Golkar Ingatkan Kejayaan Orde Baru

Minggu, 23 Maret 2014 | 17:07 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Capres dari partai Golkar Aburizal Bakrie menyampaikan orasinya saat deklarasi Sahabat ARB di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (22/3).
Capres dari partai Golkar Aburizal Bakrie menyampaikan orasinya saat deklarasi Sahabat ARB di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (22/3). (Antara/Dedhez Anggara)

Banjarmasin - Partai Golkar membuai masyarakat Kota Banjarmasin dengan kejayaan masa Orde Baru yang dipimpin oleh mantan Presiden Soeharto.

"Waktu zaman Pak Harto enak enggak? Zaman Pak Harto 32 tahun bagus enggak?" kata Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie saat kampanye di Lapangan Bola Kayu Tangi, Banjarmasin, Minggu.

Aburizal terus mengajak masyarakat untuk memilih partai berlambang pohon beringin itu.

"Kenapa pilih Golkar? Karena kita punya pengalaman. Waktu itu saya bilang bagus, banyak orang bilang tidak," katanya.

Dia memaparkan program-program Partai Golkar, seperti sekolah gratis 12 tahun hingga SMA.

"Saya pernah jadi Menko Kesra dan Menko Perekonomian. Jadi saya tahu, negara bisa tanggung biasa pendidikan anak bangsa," katanya.

Aburizal juga mengaku selama kampanye berlangsung dengan tertib, aman dan disambut masyarakat.

"Satu minggu kita berkampanye, dari Banten, Cirebon, Sulawesi, Kalimantan, kampanye berjalan dengan aman, belum ada kampanye heboh, hiruk pikuk, pertikaian, tapi damai semarak. Kampanye yang selanjutnya 5 April bisa semarak namun tetap damai," katanya.

Dia juga meminta maaf karena kampanye, jalanan menjadi macet dan aktivitas warga terganggu.

"Ada risiko kecil di dalam kampenye terbuka tertutup yang menimbulkan kemacetan, menimbulkan rasa gundah kesal masyarakat, saya mohon maaf meski lalu lintas sudah ada yang mengatur, tapi tetap macet," katanya.

Aburizal juga mengeluhkan waktu kampanye yang menurutnya sempit, yakni dari pukul 10.00-16.00 WIB.

"Pukul 14.00 WIB itu masih panas dan Pukul 16.00 WIB masyarakat masih berduyun-duyun ke tempat kampanye," katanya.

Dia juga belum mau menyebutkan nama bakal cawapres yang akan mendampinginya di Pilpres 2014 nanti.

"Yang jelas dia harus orang Indonesia, namanya belum dapat kita putuskan sampai hasil pemilu 9 April baru lah kita menentukan pasangan capres," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon