Eks Presiden Ukraina Sesali Lepasnya Crimea
Kamis, 3 April 2014 | 01:23 WIB
Presiden Ukraina terguling Viktor Yanukovych mengaku dirinya keliru mengundang pasukan Rusia ke Crimea dan berjanji membujuk Kremlin mengembalikan semenanjung di Laut Hitam itu ke Ukraina.
Dalam wawancara media yang pertama, Rabu (2/4), sejak dia kabur ke Rusia Februari lalu, Yanukovych mengatakan ingin berunding dengan Presiden Rusia Vladimir Putin soal Crimea ini.
Wawancara tersebut dilakukan dengan kantor berita Amerika Serikat The Associated Press dan televisi pemerintah Rusia NTV.
"Crimea adalah sebuah tragedi, tragedi yang besar," kata Yanukovych, sembari menambahkan pendudukan Rusia di Crimea tak akan pernah terjadi kalau dia masih berkuasa. Dia hengkang dari Ukraina setelah aksi protes selama tiga bulan menentang kepemimpinannya.
Pria berumur 63 tahun itu mengaku telah bertemu Putin secara pribadi sejak dia tiba di sana dan ingin bertemu lagi beberapa kali merundingkan nasib Crimea.
"Kami harus menjalani tugas ini dan mencari jalan mengembalikan Crimea dalam kondisi apa pun, sehingga Crimea bisa memiliki kemerdekaan dalam tingkat maksimum, namun tetap menjadi bagian Ukraina," ujarnya.
Yanukovych mengatakan percakapan dirinya dengan Putin berlangsung dengan santai namun sulit.
Yanukovych mendesak dilakukannya referendum-referendum lokal yang akan membuat beberapa wilayah di Ukraina bisa menentukan struktur pemerintahan mereka sendiri, diikuti dengan reformasi konstitusi. Baru setelah itu, pemilu nasional bisa dilakukan.
Pemerintah interim di Kiev sementara itu telah menetapkan jadwal pemilihan presiden pada 25 Mei nanti.
Yanukovych menggunakan kesempatan wawancara ini untuk membantah tuduhan korupsi, setelah massa yang menyerbu bekas istananya menemukan benda-benda mewah.
Namun demikian dia dengan bangga bercerita tentang koleksi mobil antiknya.
Dia juga membantah memberi perlakuan dan fasilitas istimewa pada putranya, seorang dokter gigi yang menjadi triliuner.
Soal penembakan para demonstran di Kiev yang menewaskan 80 orang juga dia bantah dilakukan berdasarkan instruksinya.
Yanukovych menyampaikan harapannya suatu hari kelak dia bisa kembali ke Ukraina, namun tidak mengatakan apakah dia ingin kembali berkuasa.
Sebelumnya Putin mengakui Yanukovych sudah tidak memiliki masa depan politik di Ukraina, namun dia tetap menganggap penggulingan Yanukovych tidak sah dan dia tetap menjadi presiden Ukraina yang sah di mata Kremlin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




