Jokowi Enggan Campuri Kisruh di PPP

Minggu, 4 Mei 2014 | 22:35 WIB
CP
FH
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: FER
Bakal calon Presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (kiri) bersama Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng K.H. Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) (kedua kiri) dan Isteri Gus Sholah Nyai Hj. Farida Sholahuddin Wahid (kanan) melakukan tabur bunga ketika berziarah ke makam Almarhum Presiden Ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (3/5). SP/Joanito De Saojoao
Bakal calon Presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (kiri) bersama Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng K.H. Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) (kedua kiri) dan Isteri Gus Sholah Nyai Hj. Farida Sholahuddin Wahid (kanan) melakukan tabur bunga ketika berziarah ke makam Almarhum Presiden Ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (3/5). SP/Joanito De Saojoao (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao)

Rembang - Calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) disebut enggan terlibat dalam pusaran konflik antar elit Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Jokowi dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menghormati proses internal di tubuh PPP.

"Pak Jokowi saya kira tidak ingin terlibat dalam persoalan internal PPP," kata Wakil Sekretaris Jenderal PDI-P Ahmad Basarah usai silaturahmi Jokowi dengan pengasuh pondok pesantren (ponpes) Al Anwar, KH Maimun Zubair, di Rembang, Jawa Tengah, Minggu (4/5).

Pada kesempatan yang sama, Maimun yang juga Ketua Majelis Syariah PPP mengatakan, dirinya tidak akan campur tangan dalam masalah di tubuh PPP.

"Oh itu (kisruh PPP) saya tidak omong. Saya kan hanya sesepuh saja," kata Maimun.

Maimun mengungkapkan, kedatangan Jokowi ke ponpesnya, tidak lantas PPP bakal memberikan dukungan.

"Soal kemungkinan dukungan PPP ke Jokowi, saya tidak sampai pada hal itu. Sebab, kalau saya mencampuri hal itu, saya tidak dianggap sesepuh," ujarnya.

Dia menambahkan, capres yang akan diusung PPP sebaiknya dibahas bersama seluruh pengurus.

"Secara organisatoris kan belum ada putusan. Jadi mengingatkan kembalilah. Nanti diputuskan bersama. Jadi soal itu saya mengikuti, saya menjadi sesepuh saja," pungkas sesepuh Nahdlatul Ulama ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon