Potensi Konflik Akar Rumput Perlu Diwaspadai

Kamis, 22 Mei 2014 | 17:05 WIB
A
B
Penulis: A-25 | Editor: B1
Ilustarasi calon presiden Jokowi dan Prabowo
Ilustarasi calon presiden Jokowi dan Prabowo (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Lembang - Peneliti senior Soegeng Sarjadi Syndicate, Ari Nurcahyo mengatakan, dengan majunya dua pasangan calon presiden (capres), dimana artinya akan berlangsung kontestasi pilpres satu putaran membuat kontestasi pilpres akan sangat sengit.

"Potensi konflik akar rumput perlu di waspadai, black campaign harus bisa di-counter, termasuk bagaimana Bawaslu bisa meredam jagad media sosial," ujarnya, Jakarta, Kamis (23/5).

Selain itu, lanjut dia, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memiliki "dendam politik" sejak lama.

"Prabowo dengan Megawati Soekarnoputri punya dendam lama soal perjanjian Batu Tulis, sedangkan dengan Jokowi, mereka tidak pernah duduk bersama," imbuhnya. Dengan begitu, gesekan di bawah perlu diwaspadai.

Begitu juga dengan potensi konflik di media sosial, yang tensinya mungkin memanas. "Tidak menutup kemungkinan juga jika tensi di media sosial berlanjut ke lapangan," tuturnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon