Pembelian Solar Bersubsidi di Makassar Melonjak
Sabtu, 13 September 2014 | 17:15 WIBMakassar - Beberapa pengelola SPBU di Kota Makassar mengatakan selama seminggu terakhir terjadi lonjakan pembelian solar bersubsidi sehingga menyebabkan mereka kehabisan stok sebelum pengiriman selanjutnya tiba.
"Stok kami sebenarnya normal, hanya saja memang pembeli yang rata-rata supir truk kini membludak," kata pengelola SPBU di ruas jalan Sultan Alauddin, Bakri di Makassar, Sabtu (13/9).
Menurut Bakri biasanya stok delapan kilo liter solar bersubsidi yang ia peroleh dari Pertamina cukup untuk melayani konsumen selama dua hari, namun kini volume tersebut habis dalam sehari.
"Sekarang stok delapan kilo liter itu bisa habis dalam sehari, tetapi kami harus menunggu sampai waktu pengiriman berikutnya untuk mengisi stok kembali, makanya sering kali kami kehabisan stok solar," kata Bakri.
Hal serupa juga dikatakan oleh pengelola SPBU di ruas jalan yang sama, Ardi.
"Dari Pertamina suplai solar bersubsidi normal, tetapi pembeli memang meningkat," kata Ardi.
Salah seorang pengemudi truk antar daerah yang membeli solar bersubsidi Safaruddin mengatakan saat ini ia dan sebagian besar pengemudi truk lain memang memiilih untuk mengisi penuh tangki truknya di SPBU di Kota Makassar, karena khawatir tidak memperoleh solar di SPBU di luar kota.
"Berdasarkan pengalaman, seminggu yang lalu saya tidak memperoleh solar di SPBU di Kabupaten Takalar dan Jeneponto karena mereka kehabisan stok, makanya saya langsung mengisi tangki sampai penuh di Makassar," kata Safaruddin.
Menanggapi hal ini pihak Pertamina Marketing Operasional Regional ((MOR) VII Wilayah Sulawesi menegaskan kembali bahwa suplai BBM bersubsidi kini sudah normal.
"Sejauh ini pasokan dan suplai solar sudah normal," tegas External Relation Pertamina MOR VII Ibnu Adiwena.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




