Mesin Penggelap Kulit Tingkatkan Risiko Kanker Kulit
Rabu, 14 Desember 2011 | 18:23 WIB
Kebanyakan pengguna mesin berbentuk ranjang tertutup ini adalah perempuan dan kaum muda.
Mesin berbentuk tempat tidur tertutup yang biasa digunakan untuk menggelapkan kulit ternyata menambah risiko kanker kulit jenis mematikan.
Ilmuwan di Yale School of Public Health di New Haven, Connecticut menemukan bahwa kaum muda yang menggelapkan kulit di mesin, memiliki 69 risiko mengalami Basal Cell Carcinoma (BCC) tahap awal.
"Penggelapan kulit di dalam ruangan sangat sering terjadi di kasus-kasus pasien kanker berusia muda, khususnya kaum perempuan, yang sebagian menjelaskan mengapa 70 persen penderita tahap awal BCC adalah perempuan," kata Susan T. Mayne, peneliti senior dan profesor di School of Public Health yang mengadakan penelitian itu.
Temuan ini diberitakan di Jurnal American Academy of Dermatology, yang mendukung penelitian awal dari Universitas Minnesota, tempat para ilmuwan menemukan bahwa orang-orang yang menggunakan mesin penggelap kulit, tak peduli tipe mesin dan berapa lama penggunaannya, 74 persen akan mengalami melanoma, jenis kanker kulit yang serius.
Mayne dan koleganya mewawancarai 750 orang muda berusia di bawah 40 tahun. Mereka menganalisa tipe mesin penggelap yang digunakan, berapa lamanya dan seberapa seringnya, luka bakar yang dihasilkan, dan usia ketika pertama kali menggunakan mesin itu.
Mereka mencatat bahwa risiko bertambah ketika penggunaan mesin itu makin lama.
"Kami juga terkejut menemukan bahwa satu per tiga partisipan penelitian ini dengan kondisi BCC telah mengalaminya sebelum berusia 40 tahun, yang seharusnya memberi peringatan akan bertambahnya risiko kanker kulit ketika usia bertambah," kata Mayne.
Sekitar 30 juta orang di Amerika Serikat menggunakan mesin penggosong kulit, yang diklasifikasikan WHO sebagai karsinogen manusia. Di Amerika Serikat, mesin ini dianggap sebagai alat kesehatan.
Para pakar kesehatan di Amerika Serikat menyerukan dibentuknya regulasi ketat atas penggunaan mesin ini. Pasalnya, kasus-kasus melanoma naik selama tiga dekade terakhir. Meski kanker kulit menduduki peringkat lima persen penyebab kematian. Sekitar 70.230 kasus baru didiagnosa tahun ini, menurut American Cancer Society.
Mesin berbentuk tempat tidur tertutup yang biasa digunakan untuk menggelapkan kulit ternyata menambah risiko kanker kulit jenis mematikan.
Ilmuwan di Yale School of Public Health di New Haven, Connecticut menemukan bahwa kaum muda yang menggelapkan kulit di mesin, memiliki 69 risiko mengalami Basal Cell Carcinoma (BCC) tahap awal.
"Penggelapan kulit di dalam ruangan sangat sering terjadi di kasus-kasus pasien kanker berusia muda, khususnya kaum perempuan, yang sebagian menjelaskan mengapa 70 persen penderita tahap awal BCC adalah perempuan," kata Susan T. Mayne, peneliti senior dan profesor di School of Public Health yang mengadakan penelitian itu.
Temuan ini diberitakan di Jurnal American Academy of Dermatology, yang mendukung penelitian awal dari Universitas Minnesota, tempat para ilmuwan menemukan bahwa orang-orang yang menggunakan mesin penggelap kulit, tak peduli tipe mesin dan berapa lama penggunaannya, 74 persen akan mengalami melanoma, jenis kanker kulit yang serius.
Mayne dan koleganya mewawancarai 750 orang muda berusia di bawah 40 tahun. Mereka menganalisa tipe mesin penggelap yang digunakan, berapa lamanya dan seberapa seringnya, luka bakar yang dihasilkan, dan usia ketika pertama kali menggunakan mesin itu.
Mereka mencatat bahwa risiko bertambah ketika penggunaan mesin itu makin lama.
"Kami juga terkejut menemukan bahwa satu per tiga partisipan penelitian ini dengan kondisi BCC telah mengalaminya sebelum berusia 40 tahun, yang seharusnya memberi peringatan akan bertambahnya risiko kanker kulit ketika usia bertambah," kata Mayne.
Sekitar 30 juta orang di Amerika Serikat menggunakan mesin penggosong kulit, yang diklasifikasikan WHO sebagai karsinogen manusia. Di Amerika Serikat, mesin ini dianggap sebagai alat kesehatan.
Para pakar kesehatan di Amerika Serikat menyerukan dibentuknya regulasi ketat atas penggunaan mesin ini. Pasalnya, kasus-kasus melanoma naik selama tiga dekade terakhir. Meski kanker kulit menduduki peringkat lima persen penyebab kematian. Sekitar 70.230 kasus baru didiagnosa tahun ini, menurut American Cancer Society.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




