Lima Terduga Teroris Poso Dibekuk, Satu Tewas
Sabtu, 10 Januari 2015 | 21:31 WIBJakarta - Densus 88/Antiteror melakukan penangkapan terhadap lima orang jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) sepanjang hari Sabtu (10/1). Satu pelaku tertembak mati karena melawan.
"Penangkapan dilakukan Densus 88/Antiteror bersama Polda Sulteng kepada lima DPO 5 pelaku terorisme di Poso," kata Karo Penmas Polri Kombes Agus Rianto Sabtu (10/1) malam.
Pelaku pertama adalah Ilham Syafii yang ditangkap pukul 10.15 WITA di Desa Bungadidi, Tanalili, Luwu Utara, Sulsel.
Pada pukul 09. 45 WITA tersangka melintas di jalan desa dan saat itu pelaku melihat kendaraan tim. Pelaku curiga dan berjalan ke arah perkebunan sehingga tim melakukan pencarian dan pengejaran.
"Pada saat di perkebunan, target melakukan perlawanan sehingga terjadi baku tembak yang mengakibatkan tersangka meninggal dunia," lanjut Agus.
Pelaku diduga sebagai pendukung pendanaan teror MIT yang dikendalikan Santoso dan Daeng Koro.
Pelaku juga diduga sebagai kurir dan mengetahui persembunyian DPO teroris lainnya.
Dari tangan pelaku disita satu pucuk senjata pistol jenis browning hi power automatic caliber 9 mm, 5 butir kaliber 9 mm, 1 buah handphone jenis Samsung, dan pisau lipat merk Eiger.
Berikutnya detasemen berlambang burung hantu itu menangkap Saiful Jambi alias Ipul pada pukul 11.30 WITA di Kampung Wotu, Poso.
Pelaku mengikuti latihan para militer alias tadrib pada 2010 di daerah Topoyo (Sulbar). Pelaku juga bersama-sama membuat bom dengan Oca (yang sudah tertangkap) di rumah Oca.
"Dia juga kurir MIT, menerima kiriman dana dari ikhwan-ikhwan di luar Sulteng serta berperan sebagai pengurus keuangan MIT, dan membantu menyembunyikan Santoso dan Daeng Koro," bebernya.
Tersangka ketiga adalah Rustam alias Ape yang ditangkap pada pukul 12.15 WITA di Pulau Sabang, Kayamanya, Poso.
Tersangka mengikuti tadrib di Morowali tahun 2007, serta membantu mengurus pembelian logistik MIT, membantu pengurusan keuangan dan pemberi dana Operasi Tuturuga Morowali, juga menyembunyikan Daeng Koro dan Santoso.
Berikutnya pelaku yang ditangkap adalah tersangka Hasan dan istrinya bernama Ros dengan bukti uang tunai Rp 23 juta lebih.
"Pasangan ini menerima dan mengirim dana pada Santoso untuk mendukung logistik," pungkas Agus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




