Teleskop Terbesar di Dunia Mulai Dibangun
Rabu, 4 Januari 2012 | 06:22 WIB
Lokasi proyek berada di pegunungan Cerro Armazones, Chile yang memiliki langit cerah sepanjang tahun
Pihak European Southern Observatory (ESO) baru-baru ini mengumumkan pembangunan proyek teleskop angkasa terbesar didunia, setelah mereka mendapat persetujuan pendanaan dari konsorsium.
Pembangunan proyek Extremely Large Telescope (E-ELT) merupakan kolaborasi dari 15 negara yang tergabung dalam konsorsium. Rencananya, teleskop E-ELT tersebut akan dibangun di Chile.
Seperti dikutip International Business Times, pihak ESO sendiri telah mengatakan bahwa pengerjaan proyek akan dimulai di Pegunungan Cerro Armazones di tengah gurun Atacama, Chile pada awal tahun 2012 ini.
Menurut pihak ESO, alasan pemilihan lokasi tersebut karena kawasan gurun Atacama selalu memiliki langit yang cerah pada malam hari selama sepanjang tahun.
"Akhirnya, proyek ini bisa terealisasi. Semua persiapan akan segera dilakukan, supaya pengerjaan konstruksinya dapat dilaksanakan," papar Tim de Zeeuw, Direktur ESO.
Menurut de Zeeuw, ESO sebelumnya telah memiliki tiga labolatorium pengamatan di wilayah Chile. Ketiga lab tersebut adalah Paranal Obeservatory, Very Large Telescope dan La Silla Observatory.
"Dengan akan hadirnya proyek teleskop terbesar di dunia ini, tentunya pengamatan yang kami lakukan akan semakin luas dan semakin membuka peluang akan hadirnya pengamatan yang lebih komprehensif," pungkasnya.
Pihak European Southern Observatory (ESO) baru-baru ini mengumumkan pembangunan proyek teleskop angkasa terbesar didunia, setelah mereka mendapat persetujuan pendanaan dari konsorsium.
Pembangunan proyek Extremely Large Telescope (E-ELT) merupakan kolaborasi dari 15 negara yang tergabung dalam konsorsium. Rencananya, teleskop E-ELT tersebut akan dibangun di Chile.
Seperti dikutip International Business Times, pihak ESO sendiri telah mengatakan bahwa pengerjaan proyek akan dimulai di Pegunungan Cerro Armazones di tengah gurun Atacama, Chile pada awal tahun 2012 ini.
Menurut pihak ESO, alasan pemilihan lokasi tersebut karena kawasan gurun Atacama selalu memiliki langit yang cerah pada malam hari selama sepanjang tahun.
"Akhirnya, proyek ini bisa terealisasi. Semua persiapan akan segera dilakukan, supaya pengerjaan konstruksinya dapat dilaksanakan," papar Tim de Zeeuw, Direktur ESO.
Menurut de Zeeuw, ESO sebelumnya telah memiliki tiga labolatorium pengamatan di wilayah Chile. Ketiga lab tersebut adalah Paranal Obeservatory, Very Large Telescope dan La Silla Observatory.
"Dengan akan hadirnya proyek teleskop terbesar di dunia ini, tentunya pengamatan yang kami lakukan akan semakin luas dan semakin membuka peluang akan hadirnya pengamatan yang lebih komprehensif," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




