Polisi Kejar Pemilik Tabung Gas Rp4 Miliar

Jumat, 6 Januari 2012 | 10:39 WIB
RT
B
Penulis: Roy Triono | Editor: B1
Ilustrasi--garis polisi
Ilustrasi--garis polisi (Jakarta Globe)
"Kami sudah upayakan mengenali pemiliknya melalui sidik jari yang tertinggal di tabung gas. Namun jumlahnya terlalu banyak dan telah tertutup sidik jari yang lain."

Polresta Bekasi Kabupaten, Jawa Barat, belum dapat mengetahui pemilik tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram berisi sabu-sabu senilai Rp4 miliar dan 11 pucuk senjata api.

"Kami sudah upayakan mengenali pemiliknya melalui sidik jari yang tertinggal di tabung gas. Namun jumlahnya terlalu banyak dan telah tertutup sidik jari yang lain," kata Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kabupaten, Kompol Noviana Tursa Nurohmad, di Cikarang.

Tabung gas tersebut disita polisi dari bengkel tabung gas PT Bejana Agung Wiratama di Kampung Pegadungan RT 4/10, Desa Pantai Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Selasa (3/1).

Menurut dia, pihaknya telah menambah satu saksi dari kalangan penyuplai tabung gas PT Eramina Kencana, Cakung, Jakarta Timur. Total saksi yang diperiksa hingga saat ini berjumlah tujuh orang.

"Enam saksi lainnya terdiri dari tiga karyawan PT Bejana Agung Wiratama dan tiga karyawan PT Eramina. Mereka dimintai keterangan polisi untuk mengetahui asal-muasal tabung elpiji tersebut," katanya.

Dikatakan Nurohmad, hasil pemeriksaan polisi atas fisik dari tabung gas itu diketahui diproduksi pada 1996 dan telah tiga kali gagal uji tera.

Menurut dia, temuan 11 pucuk senjata api tersebut terdiri dari sembilan pistol jenis FN keluaran pabrik dan dua lainnya adalah pistol revolver yang diduga rakitan karena tidak memiliki nomor registrasi.

"Hingga kini kami belum dapat memastikan pemilik dan untuk keperluan apa dari barang-barang tersebut," ujarnya.

Hasil pemeriksaan sementara pihaknya menyebutkan, tabung tersebut sudah dimodifikasi pada bagian bawah tabung oleh pemiliknya untuk menyimpan 11 senjata api jenis FN dan revolver, 162 butir peluru, dan 225 gram sabu-sabu seharga Rp4 miliar.

"Sebanyak 11 senjata api itu akan dibawa ke laboratorium forensik untuk mengetahui apakah pernah dipergunakan atau tidak," katanya.

Sementara itu, temuan tersebut merupakan hasil laporan dari salah satu karyawan PT Bejana Agung Wiratama, Husdi, yang curiga dengan bobot tabung yang berbeda dari tabung lainnya saat pihaknya mendapatkan kiriman 200 tabung elpiji dari PT Eramina Kencana di Cakung, Jakarta Timur, untuk dicat ulang.

Tapi saat sedang diturunkan dari mobil Isuzu Elf dengan Nopol B 9319 SX, Husdi curiga karena ada satu tabung yang beratnya berbeda dengan tabung-tabung lainnya. Setelah diperiksa ternyata berisi senjata dan sabu-sabu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon