Densus Bekuk 2 Buron Poso di Bima, NTB

Senin, 13 April 2015 | 20:24 WIB
FA
B
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: B1
Tim Densus 88 bersiap menggerebek tersangka teroris
Tim Densus 88 bersiap menggerebek tersangka teroris (Antara/Hafidz Mubarak)

Jakarta - Bima, Nusa Tenggara Barat masih menjadi kawasan penopang jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dikendalikan Santoso dan beroperasi di Poso, Sulawesi Tengah.

Buktinya, Detasemen Khusus 88/Antiteror untuk kesekian kalinya menangkap buronan kasus Poso yang bersembunyi di tanah kelahirannya di Bima setelah membuat ulah di Poso.

Kali ini yang dibekuk adalah Herman alias Abu Syaif alias David dan Busyro Atif. Keduanya dibekuk secara terpisah di Bima pada Minggu (12/4).

"Herman ditangkap di Desa Raba Dusun Parawanga Kecamatan Wawo, Bima. Dia merupakan buron Poso karena terlibat kasus bom di pos lantas Smaker pada 2013 dan mengikuti tadrib (latihan para militer) bersama Santoso," kata Karo Penmas Polri Brigjen Agus Rianto di Mabes Polri Senin (13/4).

Herman ‎juga terlibat kasus bom Pos Pam Natal di Pasar Poso dan pembuatan bom di kontrakan Jipo di Kalora.

"Sedangkan untuk tersangka yang kedua ditangkap di Bima Kota. Dia terlibat dalam jaringan teroris di Poso, terlibat tadrib bersama jaringan Santoso di Poso, dan terlibat pembunuhan dua anggota Polres Poso," lanjut Agus.

Dua anggota polisi yang dibunuh itu adalah Brigadir Andi Sapa dan Aiptu Sudirman. Kedua orang ini digorok hingga tewas di Tamanjeka, Gunung Biru, Poso.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon