Bantuan Australia ke Indonesia Dipangkas 40%

Rabu, 13 Mei 2015 | 21:38 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Sejumlah pegiat menggelar aksi
Sejumlah pegiat menggelar aksi "Koin Untuk Australia" di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 22 Februari 2015 (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Perth - Pemerintah Federal Australia telah memutuskan untuk memangkas anggaran bantuan ke Indonesia sebanyak 40 persen untuk 2015, demikian diumumkan Menteri Keuangan Australia Joe Hockey di Canberra, Rabu (13/5).
Pada tahun lalu, Indonesia menerima AUS$ 605,3 juta bantuan dari Australia dan tahun ini jumlah itu akan hanya bersisa AUS$ 366,4 juta dolar atau setara Rp 3,8 triliun.

Australia adalah negara kaya di kawasan Indo-Pasifik dengan kontribusi bantuan internasional terbesar kedua setelah Jepang, namun kebijakan anggaran baru di bawah pemerintahan Perdana Menteri Tony Abbott, dana bantuan internasional Australia dipotong demi penghematan.

Pada 2014, anggaran bantuan internasional Australia dipotong AUS$ 1 miliar dolar dari awalnya AUS$ 5 miliar. Namun, anggaran bantuan Australia melonjak dari sekitar AUS$ 2 miliar pada awal 2000 menjadi AUS$ 5 miliar dua tahun silam. Dalam tiga tahun ke depan, anggaran bantuan internasional Australia akan kembali dipangkas sebanyak AUS$ 3,7 miliar.

Selama beberapa tahun, Indonesia adalah penerima dana bantuan Australia dengan jumlah terbanyak dibandingkan negara-negara  lain di dunia.

Selain Indonesia, bantuan Australia kepada negara-negara sub-Sahara Afrika juga "dibonsai" 70 persen dari yang awalnya AUS$ 186,9 juta menjadi AUS$ 93,9 juta. Bantuan untuk Myanmar juga dipotong 40 persen, sementara negara-negara yang sepakat akan menampung para pencari suaka ke Australia, seperti Kamboja, Nauru, dan PNG dana bantuannya tidak banyak berubah.

Ketika ditanya media tentang adanya kaitan pemangkasan bantuan untuk Indonesia dan eksekusi mati dua narapidana narkoba Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, Joe Hockey membantahnya dengan berkata, "Saya ingin Anda hilangkan itu dari pikiran Anda .... tidak ada sama sekali."

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon