Kronologis Kecelakaan Menurut Versi Korban
Senin, 23 Januari 2012 | 19:24 WIB
Menurut saksi, yang juga merupakan kerabat korban, Maulana Ramadhan (17), kelima sahabat itu baru saja pulang dari rutinitas bermain futsal di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Tabrakan maut yang terjadi Minggu (22/1) sore lalu ternyata harus merenggut lima nyawa sekawan, yang telah bersama-sama sejak kecil. Mereka adalah Firmansyah (23), Buhari (17), M. Akbar (17) dan M. Hudzaifah (16) dan Wawan Hermawan (17). Kelimanya warga warga Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat.
Menurut saksi, yang juga merupakan kerabat korban, Maulana Ramadhan (17), kelima sahabat itu baru saja pulang dari rutinitas bermain futsan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
"Jadi kami berlimabelas waktu itu, sedang jalan kaki menuju arah pulang dari Monas sehabis bermain futsal," ujar Maulana yang akrab disapa dengan panggilan Jeday ini.
Lima belas anak-anak remaja Johar Baru yang menamakan tim futsalnya dengan sebutan 'Mabes Boy' atau Markas Besar Anak Laki-Laki ini sedang berjalan beriringan di trotoar menuju halte Tugu Tani untuk menunggu mobil bak untuk tumpangan pulang.
"Jadi kami terpisah menjadi dua. Saya bersama tujuh orang lainnya berjalan belakangan. Sedangkan tujuh lainnya berada di depan," jelas Maulana yang mengaku masih syok dan trauma mengingat kejadian tersebut.
Pada saat itulah Maulana melihat mobil Xenia hitam melaju dengan kecepatan sangat tinggi mengarah kepada Hudzaifah, yang saat itu sedang membungkuk sambil membetulkan sandalnya yang putus.
"Kejadiannya cepat sekali. Ujay (panggilan akrab dari Hudzaifah) yang pertama kali tertabrak mobil itu. Saya lihat Ujay terhantam hingga tubuhnya terbang melewati mobil itu," cerita Maulana.
Hudzaifah saat itu menjadi korban pertama, disusul Firman yang saat itu sedang menendang-nendang bola yang usai dipakai bermain futsal tersebut.
"Ncek (nama akrab dari Firman) saat itu juga terpental dan lehernya tersangkut hingga robek, seperti hampir terputus," tambah Maulana.
Sementara itu, dua korban lainnya yang langsung meninggal di tempat adalah Wawan dan Buhari. Wawan adalah warga Purwokerto yang kebetulan sedang bermain ke Jakarta bersama Firman.
Maulana dan teman-teman lainnya sempat histeris dan langsung berlarian pada saat melihat teman-temannya terlempar dan berhamburan di jalanan.
"Waktu itu saya melihat polisi yang melintas dan langsung saja saya meminta tolong kepada polisi tersebut," ujar Maulana yang mengaku sempat pingsan seusai menolong teman-temannya tersebut karena syok melihat darah.
Korban lainnya yang sekarat waktu itu adalah Akbar, Indra (11) dan Kenny (9). Namun, Akbar tidak dapat melewati masa kritisnya dan meninggal dunia saat coba diselamatkan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
Sementara Indra dan Kenny mengalami patah tulang cukup serius dan meninggalkan trauma mendalam.
"Kami sudah bersama-sama dari kecil, saya masih tidak percaya mereka semua telah meninggal dunia," ucap Maulana dengan lirih.
Tabrakan maut yang terjadi Minggu (22/1) sore lalu ternyata harus merenggut lima nyawa sekawan, yang telah bersama-sama sejak kecil. Mereka adalah Firmansyah (23), Buhari (17), M. Akbar (17) dan M. Hudzaifah (16) dan Wawan Hermawan (17). Kelimanya warga warga Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat.
Menurut saksi, yang juga merupakan kerabat korban, Maulana Ramadhan (17), kelima sahabat itu baru saja pulang dari rutinitas bermain futsan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
"Jadi kami berlimabelas waktu itu, sedang jalan kaki menuju arah pulang dari Monas sehabis bermain futsal," ujar Maulana yang akrab disapa dengan panggilan Jeday ini.
Lima belas anak-anak remaja Johar Baru yang menamakan tim futsalnya dengan sebutan 'Mabes Boy' atau Markas Besar Anak Laki-Laki ini sedang berjalan beriringan di trotoar menuju halte Tugu Tani untuk menunggu mobil bak untuk tumpangan pulang.
"Jadi kami terpisah menjadi dua. Saya bersama tujuh orang lainnya berjalan belakangan. Sedangkan tujuh lainnya berada di depan," jelas Maulana yang mengaku masih syok dan trauma mengingat kejadian tersebut.
Pada saat itulah Maulana melihat mobil Xenia hitam melaju dengan kecepatan sangat tinggi mengarah kepada Hudzaifah, yang saat itu sedang membungkuk sambil membetulkan sandalnya yang putus.
"Kejadiannya cepat sekali. Ujay (panggilan akrab dari Hudzaifah) yang pertama kali tertabrak mobil itu. Saya lihat Ujay terhantam hingga tubuhnya terbang melewati mobil itu," cerita Maulana.
Hudzaifah saat itu menjadi korban pertama, disusul Firman yang saat itu sedang menendang-nendang bola yang usai dipakai bermain futsal tersebut.
"Ncek (nama akrab dari Firman) saat itu juga terpental dan lehernya tersangkut hingga robek, seperti hampir terputus," tambah Maulana.
Sementara itu, dua korban lainnya yang langsung meninggal di tempat adalah Wawan dan Buhari. Wawan adalah warga Purwokerto yang kebetulan sedang bermain ke Jakarta bersama Firman.
Maulana dan teman-teman lainnya sempat histeris dan langsung berlarian pada saat melihat teman-temannya terlempar dan berhamburan di jalanan.
"Waktu itu saya melihat polisi yang melintas dan langsung saja saya meminta tolong kepada polisi tersebut," ujar Maulana yang mengaku sempat pingsan seusai menolong teman-temannya tersebut karena syok melihat darah.
Korban lainnya yang sekarat waktu itu adalah Akbar, Indra (11) dan Kenny (9). Namun, Akbar tidak dapat melewati masa kritisnya dan meninggal dunia saat coba diselamatkan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
Sementara Indra dan Kenny mengalami patah tulang cukup serius dan meninggalkan trauma mendalam.
"Kami sudah bersama-sama dari kecil, saya masih tidak percaya mereka semua telah meninggal dunia," ucap Maulana dengan lirih.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




