Blatter Tegaskan Tak Terlibat dalam Skandal FIFA

Kamis, 28 Mei 2015 | 23:50 WIB
JS
JS
Penulis: Jaja Suteja | Editor: JAS
Presiden FIFA, Sepp Blatter.
Presiden FIFA, Sepp Blatter. (AFP/Michael Buholzer)

Zurich - Presiden FIFA, Sepp Blatter, menyatakan dirinya tidak ikut bertanggung jawab atas skandal yang kini tengah melanda organisasi yang dipimpinnya itu. 

Badan sepakbola dunia tersebut kini tengah dalam sorotan menyusul penangkapan beberapa pejabat penting karena tuduhan suap, pemerasan, dan pencucian uang.

"Anda akan sependapat dengan saya. Hal ini tak pernah terjadi sebelumnya dan ini saat yang sulit bagi FIFA," ujar Blatter dalam Kongres FIFA di Zurich, Kamis (28/5).

"Peristiwa kemarin membayangi dunia sepakbola juga Kongres FIFA pekan ini," papar pria berkebangsaan Swiss ini.

"Tindakan orang-orang ini, jika terbukti, mencemari dan membuat malu sepakbola dan perlu tindakan tegas dan perubahan dari kita semua," kata Blatter yang menjabat sebagai presiden FIFA sejak 1998.

"Kita tak bisa lagi membiarkan reputasi sepakbola dan FIFA terseret ke dalam lumpur yang lebih dalam. Harus berhenti sampai di sini dan harus berhenti saat ini juga," paparnya.

"Saya tahu banyak orang berpendapat saya bertanggung jawab penuh atas aksi dan reputasi dari komunitas sepakbola global baik soal keputusan soal tuan rumah Piala Dunia atau pun skandal korupsi," kata Blatter.

"Kita juga saya tak bisa memonitor semua orang setiap waktu. Jika orang berbuat salah mereka juga berusaha menutupinya," papar sosok yang menggantikan Joao Havelange ini.

"Namun kini saya harus mengambil tanggung jawab organisasi ini untukmelangkah ke depan dan memperbaiki semuanya," katanya.

"Saya tak akan membiarkan aksi dari segelintir orang merusak kerja keras dan integritas sebagian besar orang yang telah bekerja sangat keras untuk sepakbola," tuturnya.

"Saya harus tekankan bahwa mereka yang melakukan korupsi dalam sepakbola hanyalah minoritas seperti halnya dalam masyarakat. Namun seperti juga di masyarakat mereka juga harus ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya," papar pria berusia 79 tahun ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon