AS: Tiongkok Retas Jutaan Data Pemerintah

Sabtu, 6 Juni 2015 | 01:04 WIB
YD
YD
Penulis: Yudo Dahono | Editor: YUD
Ilustrasi peretasan komputer.
Ilustrasi peretasan komputer. (Freedigitalphotos/ Stuart Miles)

San Francisco - Sekitar empat juta data pegawai serta mantan pegawai pemerintah federal Amerika Serikat diklaim telah diretas Tiongkok. Menurut AS, nyaris data dari seluruh agensi pemerintahan telah dicuri oleh peretas dari Tiongkok.

Menurut penyelidik keamanan data, Jumat (5/6), peretasan data ini kemungkinan besar adalah kebocoran data terbesar yang pernah terjadi.

Peretas asal Tiongkok yang berhasil menembus data tersebut melalui Kantor Manajemen Kepegawaian diperkirakan sama dengan yang melakukan pencurian data terhadap dua firma kesehatan besar, Anthem dan Premera.

Serangan berkali-kali yang dilakukan sejak tahun lalu, terkuak pada musim panas ini. Peretasan ini menandai era baru upaya spionase siber dengan pencurian data dalam jumlah besar-besaran dan tanpa motif yang jelas dari pihak peretas.

Tak ditemukan bukti bahwa data yang dikumpulkan digunakan untuk kepentingan kriminal seperti pemalsuan identitas untuk membuat pembelian melalui kartu kredit.

Peretas bahkan seperti mengumpulkan basis data besar mengenai karyawan pemerintahan AS. Beberapa izin keamanan tingkat tinggi yang ditangani Kantor Manajemen Kepegawaian berhasil dicuri, tapi begitu pula dengan jutaan data yang tak memiliki izin itu. Alasan pencurian data tersebut yang belum jelas yang membingungkan pihak penyelidik.

Semua serangan memiliki satu kesamaan, dimana Pemerintah AS berhasil melacaknya ke Tiongkok. Kendati begitu belum jelas apakah peretas bekerja untuk Pemerintahan Tiongkok atau tidak.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon