Menteri Marwan Optimistis Mampu Kurangi 5.000 Desa Tertinggal
Jumat, 24 Juli 2015 | 14:39 WIB
Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar, optimistis mampu mengurangi sepertiga dari keseluruhan desa tertinggal yang tersebar di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) di Indonesia terdapat 183 daerah tertinggal, dengan 70 persen di antaranya tersebar di KTI. Tahun ini, pemerintah menargetkan akan mengurangi 5.000 desa tertinggal.
"Desa kategori tertinggal akan mendapatkan perhatian khusus untuk diberdayakan dan dikembangkan, baik dari sisi sarana prasarana, pendidikan maupun peningkatan sumber daya manusia," kata Marwan melalui pernyataan tertulis yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (24/7).
Marwan mengatakan, salah satu kebijakan yang ditempuh adalah untuk mengikis jumlah daerah tertinggal melalui program peningkatan potensi lokal. Disebutkan, masyarakat akan dibimbing untuk membentuk desa wisata, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan meningkatkan produktivitas produk lokal dengan membekali warganya metode pemasaran yang baik.
"Kami terus melakukan terobosan serta menjalin kerja sama dengan kalangan perguruan tinggi di daerah perbatasan, yang mayoritas masih masuk daerah tertinggal. Kerja sama dengan perguruan tinggi penting untuk mengangkat potensi ekonomi berbasis lokal," katanya.
Dia berharap dukungan perguruan tinggi dapat menciptakan sarana dan prasarana serta infrastruktur sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.
"Perguruan tinggi nantinya akan melakukan riset, potensi apa yang bisa dikembangkan dan apa saja kebutuhan yang perlu dipersiapkan," ujar Marwan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




