Jumlah "Hot Spots" di Sumsel Meningkat
Jumat, 31 Juli 2015 | 14:30 WIB
Jakarta - El Nino moderate, yang sedang melanda Indonesia telah mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah. Namun menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, sejumlah hot spots (titik api) pada musim kemarau tahun ini telah berhasil diatasi.
"Dibandingkan tahun lalu, sudah terjadi penurunan hot spots rata-rata 60 persen. Namun perlu diwaspadai peningkatan kebakaran hutan dan lahan pada Agustus sampai Oktober, bahkan diprediksi akan sampai November," kata Siti Nurbaya di Jakarta, Jumat (31/7).
Hal lainnya yang juga perlu diwaspadai adalah peningkatan hot spots di Sumatera Selatan (Sumsel). Berdasarkan pantauan Satelit Modis (Terra-Aqua) pada Selasa (28/7), terdapat 55 hot spots di kawasan tersebut.
"Jumlah hot spots di Sumsel lebih banyak dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, ini perlu diwaspadai," ujar Siti.
Upaya yang paling konkrit untuk mengatasi karhutla, menurut Siti adalah dengan melakukan water bombing. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), saat ini juga telah menyiapkan 10 helikopter untuk keperluan water bombing, yang terdiri dari delapan heli besar berkapasitas 4.500 liter dan dua heli Bolco berkapasitas 500 liter.
"Masalah selanjutnya adalah bagaimana kita melakukan water bombing, kalau airnya tidak ada. Ada beberapa alternatif yang sudah kita bicarakan di kantor Kemenko Kemaritiman (Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman). Saat ini, sumber air masih cukup banyak di sungai Jambi dan Kalimantan Barat. Kalau diperlukan, bisa juga menggunakan air laut. Hal itu juga akan kita diskusikan pada presiden hari ini," ujar Siti.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




