Presidem Buka Muktamar ke-33 NU

NU Harus Menjadi Jembatan Peradaban Antarbangsa (1)

Minggu, 2 Agustus 2015 | 05:09 WIB
AS
B
Penulis: Aries Sudiono | Editor: B1
Tiga banner besar surat resmi PBNU tentang proses pemilihan Rais Aam dengan pola Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang menempatkan 9 ulama sebagai pemegang suara mewakili para cabang-cabang (PCNU) sebagai pemilik suara yang sah yang ditempatkan di lokasi registrasi, Gedung Stadion Olahraga Jombang, Jombang, Jawa Timur.
Tiga banner besar surat resmi PBNU tentang proses pemilihan Rais Aam dengan pola Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang menempatkan 9 ulama sebagai pemegang suara mewakili para cabang-cabang (PCNU) sebagai pemilik suara yang sah yang ditempatkan di lokasi registrasi, Gedung Stadion Olahraga Jombang, Jombang, Jawa Timur. (Aries Sudiono/Aries Sudiono)

Jombang - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan agar Nahdlatul Ulama (NU) sebagai jamiyah diniyah Islamiyah mampu menjadi jembatan peradaban, bukan hanya jembatan bagi perbedaan paham keagamaan, tetapi juga menjadi peradaban antarbangsa di dunia dalam wujud nyata Islam yang rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam).

"NU yang sejak kelahirannya mengedepankan nilai-nilai islam moderat, dapat meningkatkan kerja samanya dengan berbagai kalangan untuk membangun tatanan dunia yang berkeadilan terutama dalam mengentas kemiskinan, keterbelakangan, dan ketimpangan yang merupakan akar dari bentuk-bentuk terorisme dan radikalisme," ujar Jokowi pada Pembukaan Muktamar ke-33 NU di Alun-alun Merdeka, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Sabtu (1/8) malam.

Lebih lanjut Presiden menekankan, bahwa dengan sikap NU yang mengutamakan ukhuwah basyariah (solidaritas kemanusiaan) maka warga nahdliyin berperan besar dalam membangun peradaban antarbangsa yang semakin terbuka, demokratis dan berkeadilan. Dengan cara itulah, kata Presiden, Indonesia sebagai sebagai negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia akan selalu dikenang menjadi rujukan dunia.

"Sejarah mencatat, sejak NU didirikan tahun 1926, NU telah memberikan kontribusi besar untuk menjaga Indonesia dan tetapi menjadi Indonesia," tandas Presiden Jokowi yang mengenakan baju putih berjas hitam serta bersarung merah kota-kotak.

Tokoh-tokoh (pendiri) NU, menurut Jokowi, ikut membidangi lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjaga dari berbagai bentuk ancaman. Oleh karena itu tidak diragukan lagi, jika NU senantiasa menjadi garda terdepan NKRI dan Pancasila. "Ini menjadi bukti keteguhan sikap NU karena menjunjung tinggi semangat kebangsaan, menjunjung tinggi semangat meneguhkan ke-Indonesiaan, menjunjung semangat, menghargai perbedaan," ujar Presiden.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon