Peremajaan Bus, Basuki Minta Metromini Gabung Kopaja

Senin, 17 Agustus 2015 | 23:41 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Ilustrasi metromini
Ilustrasi metromini (Antara/Herka Yanis Pangaribowo)

Jakarta - Dalam upaya peremajaan angkutan umum dengan menyatukan manajemen ke PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, meminta Metromini untuk bergabung ke dalam wadah koperasi Kopaja.

Selama ini, pemilik Metromini tersebut kebanyakan perorangan bukan dalam satu wadah koperasi atau satu organisasi angkutan umum. Sehingga menyulitkan untuk mengajak Metromini bergabung dalam manajemen PT Transjakarta. Hingga saat ini ada sekitar 400 pemilik Metromini di Jakarta.

"Bukannya kami enggak undang (pemilik Metromini). Kita sudah tawarkan Metromini, tapi terlalu banyak perusahaannya. Sudahlah, pemilik metromini ini kan satu orang punya 20 bus," kata Basuki, di Balai Kota, Senin (17/8).

Dia meminta, pemilik Metromini agar membuang tulisan Metromini dan mengubahnya menjadi Kopaja. Yang penting, Metromini tersebut bisa beroperasi dengan baik tanpa merugikan warga Jakarta yang menggunakan jasa bus tersebut.

"Sudahlah anda buang saja tulisan Metromini. Asal mau ikut Kopami, Kopaja jatahnya saya kasih ganti warna. Buat kamu yang penting busnya jalan. Bagi saya yang penting, pemilik Metromini enggak dirugikan. Dia bisa peremajaan kita bayar. Kalau dia peremajaan susah," ujarnya.

Kesulitan dalam merealisasikan integrasi Metromini dengan manajemen PT Transjakarta, disebabkan, jika Pemprov DKI hanya mengundang satu pemilik Metromini, maka pemilik lainnya akan protes.

Mantan anggota DPR ini mengaku sudah bertemu dengan tiga pengurus Metromini. Dalam pertemuan itu, dia menawarkan Metromini terintegrasi dengan bus Transjakarta.

"Saya enggak mau tahu, yang penting kamu juga ngumpulin orang lain. Kalau enggak ada duit, enggak usah mengaku-ngaku pengurus lah. Pemilik bus kita bantuin. Kalau enggak pakai rupiah per kilometer karena dia enggak mampu kredit, enggak mampu pakai bus yang baru. Kalau pakai bus yang baru, bisa masuk pool. Kita akan bantu. Sopir cadangan bisa kita bantu. Ini solusi terbaik. Biarin sajalah kalau banyak pengurus yang marah," ungkapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon