Penyerapan Belanja Modal DKI Baru Capai 2,43%

Kamis, 27 Agustus 2015 | 17:01 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Djarot Syaiful Hidayat
Djarot Syaiful Hidayat (BeritaSatu TV)

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan total penyerapan belanja daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015 baru mencapai 19,2 persen. Artinya, dari total jumlah belanja daerah 2015 sebesar Rp 63,65 triliun, yang baru terserap sebesar Rp 12,22 triliun.

Dalam pos anggaran belanja daerah terbagi menjadi tiga yaitu belanja operasional, belanja modal dan belanja tak terduga. Belanja modal merupakan anggaran untuk proyek atau kegiatan pembangunan di Kota Jakarta.

"Yang paling parah realisasi penyerapan anggarannya adalah belanja modal. Baru terealisasi sebesar 2,43 persen. Padahal kita hanya punya waktu tiga bulan lagi sebelum tutup tahun anggaran," kata Djarot dalam acara Pengarahan Gubernur DKI atas Instruksi Presiden RI terhadap Penyerapan Anggaran di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (27/8).

Dia merincikan jumlah belanja modal dialokasikan sebesar Rp 20,44 triliun. Dari jumlah tersebut yang baru terserap 2,43 persen atau sebesar Rp 497,65 miliar.

Diantaranya, belanja tanah baru terserap 1,16 persen atau sebesar Rp 63,14 miliar dari total belanja tanah sebesar Rp 5,43 triliun, Belanja Peralatan dan Mesin baru terserap 1,6 persen atau sebesasr Rp 50,07 miliar dari total anggaran Rp 3,13 triliun, serta belanja Gedung dan Bangunan baru terserap 2,86 persen atau Rp 152,74 miliar dari total anggaran Rp 5,33 triliun.

Lalu belanja jalan, irigasi dan jaringan yang baru terserap 3,56 persen atau Rp 228,90 miliar dari total anggaran sebesar Rp 6,43 triliun serta belanja aset tetap lainnya baru terserap 2,62 persen atau sebesar Rp 2,78 miliar dari total anggaran Rp 106,63 miliar.

"Untuk kasus penyerapan di Jakarta, selain terlambat penetapan APBD, juga ada masa transisi terhadap kebijakan baru, sehingga pelaksanaan APBD 2015 tidak berjalan dengan mulus dan normal. Saya harapkan tahun 2016 berjalan mulus," ujar Djarot.

Mantan Wali Kota Blitar ini menyebutkan belanja operasi atau belanja tidak langsung lebih besar penyerapannya daripada belanja modal atau belanja langsung. Seharusnya, belanja langsung harus lebih besar dari belanja tidak langsung.

Belanja operasional dalam APBD DKI Jakarta yang terserap hingga 21 Agustus 2015 mencapai 27,18 persen atau sebesar Rp 11,72 triliun dari total anggaran sebesar Rp 43,13 triliun.

"Perintah Presiden itu jelas. Waktu kita nggak banyak, jadi kita harus dorong peningkatan penyerapan anggaran. Sekali lagi nggak usah takut untuk melaksanakan kegiatan pembangunan," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon