Teroris Jaringan Abu Umar Menyerahkan Diri

Kamis, 9 Februari 2012 | 17:21 WIB
FS
B
Penulis: Farouk Arnaz/ Didit Sidarta | Editor: B1
Ilustrasi Densus 88
Ilustrasi Densus 88 (Antara)
"Mulyadi, yang masuk daftar pencarian orang (DPO) datang dan menyerah Rabu malam (8/2) ke Mabes Polri."

Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Mabes Polri sedang beruntung. Salah satu buron teroris di jaringan Abu Umar yang selama ini dicari malah datang dan menyerah.

Polisi kini mengembangkan penyelidikan atas tersangka baru ini.

"Mulyadi, yang masuk daftar pencarian orang (DPO) datang dan menyerah Rabu malam (8/2) ke Mabes Polri," kata seorang perwira di lingkungan Densus 88/Antiteror kepada Beritasatu.com, hari ini.

"Kini kami kembangkan pengakuan dan peran dia soal penyimpanan senjata api di sejumlah wilayah termasuk di Depok (Jawa Barat)," katanya.

Latar Belakang Kasus
Muhammad Ichwan (41) alias Zulfikar alias Abdullah Omar alias Abu Umar alias Indra Kusuma alias Andi Yunus alias Nico Salman ditangkap Juli lalu, saat hendak  menyelundupkan senjata ke Indonesia dari Filipina Selatan via Tawau, Malaysia.

Umar juga dituduh merencanakan penyerangan di Kedutaan Singapura di Jakarta.

Sebelumnya, Polri menyatakan dana operasional aktivitas kelompok Umar dalam upayanya untuk melancarkan aksi teror dihasilkan dari jual beli senjata api dan dana pribadi.

Mereka  juga berencana menculik dan membunuh kelompok Syiah dengan sebutan operasi Ightilat.

Namun operasi ini belum terencana karena terburu  terbongkar oleh polisi.

Umar sudah dicari polisi sejak 1999 karena terlibat percobaan pembunuhan terhadap bekas Menteri Pertahanan, Matori Abdul Jalil.

Dia juga terlibat dalam penyediaan senjata api yang digunakan di dalam menyerang anggota Brimob di Loki, Ambon pada 2005, yang menewaskan lima orang anggota Brimob.

Penyerangan ini dimotori oleh Djaja alias Asep Dahlan yang kini mendekam di Lapas Porong, Jawa Timur.

Asep dikenal  sebagai anggota Mujahidin Ambon yang berafiliasi dengan Jamaah Islamiah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon