Petani Jagung Rugi Gara-gara Kemarau
Minggu, 27 September 2015 | 07:30 WIB
Lampung Timur - Petani jagung di sejumlah wilayah di Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung merugi akibat musim kemarau yang berlangsung lama dan hujan yang tidak kunjung turun.
Sejumlah petani di Lampung Timur, Minggu (27/9), mengakui, akibat kemarau ini berdampak tidak hanya bagi para petani tanaman padi, tapi juga berdampak buruk pula bagi petani jagung di sejumlah wilayah kabupaten itu.
Sunarto (35), petani warga Desa Brajasakti Kecamatan Way Jepara, mengatakan musim kemarau yang berlangsung lama membuat hasil panen jagung miliknya menurun drastis.
Dia menuturkan, dengan lahan seperempat hektare yang dimilikinya hanya bisa memanen tujuh hingga delapan kuintal jagung kering di musim kemarau ini.
"Hasil panen itu menurun akibat minim curah hujan yang turun, padahal dengan curah hujan yang cukup, biasanya saya dapat menghasilkan 1,5 ton jagung kering," ujarnya.
Dia menyatakan, saat ini harga komoditas jagung di daerahnya berkisar Rp2.200 per kilogram.
Suroto (55), petani lain warga Desa Bandaragung Kecamatan Bandar Sribhawono menyatakan pula, akibat musim kemarau ini para petani jagung di daerahnya mengalami gagal panen.
Menurutnya, tidak turun hujan dalam waktu lama menjadi penyebab utamanya.
"Hujan yang tidak turun sejak tiga bulan yang lalu menjadi penyebab utama layu tanaman jagung ini, sehingga tidak ada harapan untuk panen," ujarnya.
Padahal menurutnya, para petani jagung itu telah mengeluarkan cukup banyak modal.
Suroto mengaku, pada lahan jagung miliknya seluas satu hektare tersebut telah mengeluarkan modal hampir Rp4 juta. "Modal empat juta rupiah itu sudah termasuk untuk pembelian bibit, pupuk, dan biaya pengerjaanya," katanya.
Dia menyiasati kerugian itu dengan menjual tanaman jagung layu kepada para pemilik hewan ternak sekitar yang dihargai Rp2 juta per hektarenya sebagai pakan ternak.
Sampai saat ini, menurutnya lagi, belum ada bantuan dari pemerintah untuk menanggulangi kekeringan, seperti bantuan sumur bor untuk mengairi tanaman jagung milik para petani di daerah itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




