Pendapatan Intiland Semester I Tumbuh 16%

Rabu, 30 September 2015 | 19:54 WIB
MF
B
Penulis: Muhammad Rausyan Fikry | Editor: B1

Jakarta – PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp993 miliar sepanjang semester I – 2015, meningkat 16 persen dari realisasi tahun lalu sebesar Rp 854,8 miliar.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Development Archied Noto Pradono mengungkapkan, meningkatnya pendapatan didorong oleh naiknya nilai penjualan sejumlah proyek pengembangan mixed-use & high-rise.

"Pengakuan penjualan proyek kondominium 1Park Avenue dan South Quarter di Jakarta menyumbang kontribusi besar pada naiknya pendapatan pada semester I tahun ini," ungkap Archied dalam keterangan resminya, Rabu (30/9).

Ditinjau dari segmentasi pengembangannya, proyek-proyek mixed-use & high rise masih menjadi kontributor pendapatan usaha terbesar mencapai Rp 613 miliar atau 62 persen dari total pendapatan perseroan. Segmen pengembangan kawasan perumahan menyumbang kontribusi Rp 274 miliar atau 27 persen.

Sementara sisanya sebesar Rp 106 miliar atau 11 persen berasal dari segmen properti investasi yang berasal dari penyewaan gedung perkantoran, pergudangan, golf dan sarana olahraga. Segmen pengembangan kawasan industri belum mencatatkan kontribusi pendapatan.

"Gejolak perekonomian global mendorong para investor mengambil sikap menunggu. Mereka menunda rencana investasinya, sambil menunggu sinyalemen positif untuk kembali masuk. Ini menjadi tren global dan berdampak hampir di semua kawasan industri," ujar Archied .

Ditinjau berdasarkan tipe pendapatan usaha, pendapatan dari pengembangan (development income) memberikan kontribusi sebesar Rp 887 miliar atau 89 persen dari keseluruhan. Sisanya berasal dari pendapatan berkelanjutan (recurring income) yang mencapai Rp 106 miliar atau 11 persen.

Archied mengakui bahwa kondisi pasar properti sepanjang tahun ini cukup berat. Para pengembang properti menghadapi tantangan turunya minat beli masyarakat. Kendati berhasil meningkatkan pendapatan usaha, namun kinerja profitabilitas perseroan mengalami penurunan.

Per 30 Juni 2015, Intiland mencatatkan perolehan laba kotor sebesar Rp 397 miliar, atau lebih rendah 9 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 436 miliar. Laba usaha tercatat mencapai Rp 143 miliar dan laba bersih sebesar Rp 130 miliar.

Archied mengungkapkan bahwa penurunan kinerja profitabilitas ini disebabkan oleh sejumlah faktor. Belum adanya kontribusi pendapatan dari segmen kawasan industri dan meningkatnya beban operasional menjadi faktor yang menekan pertumbuhan laba.

Manajemen perseroan tetap optimistis dalam menghadapi tantangan berat yang akan terjadi hingga akhir 2015. Perseroan telah menyiapkan sejumlah rencana strategis guna mempertahankan dan menjaga tren pertumbuhan usaha, salah satunya yakni menyiapkan peluncuran beberapa proyek baru baik di Jakarta dan Surabaya menjelang akhir tahun ini.

Perseroan juga sukses meluncurkan dua tower kondominium Graha Golf di Surabaya. pada peluncuran terbatas beberapa waktu lalu, seluruh unit kondominium di tower pertama terjual habis dan tower kedua terjual hingga 81 persen.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon