Menkes: ISPA di 6 Provinsi Capai 307.360 Kasus

Selasa, 6 Oktober 2015 | 12:19 WIB
DM
B
Penulis: Dina Manafe | Editor: B1
Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek
Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek (Antara/Vitalis Yogi Trisna)

Jakarta - Jumlah kasus infeksi saluran napas akut (ISPA) secara kumulatif pada 29 Juni - 5 Oktober 2015 di enam provinsi di Indonesia tercatat sebanyak 307.360. Jumlah ini tersebar di Riau sebanyak 45.668 kasus, Jambi 69.734, Sumatera Selatan 83.276, Kalimantan Barat 43.477, Kalimantan Selatan 29.104, dan Kalimantan Tengah 36.101 kasus.

Menteri Kesehatan (menkes), Nila Djuwita Moeloek, mengatakan, selama kabut asap masih ada, potensi peningkatan penyakit gangguan pernapasan, seperti ISPA dan iritasi mata akan terus meningkat. Penyakit lain seperti diare, akibat keterbatasan air bersih dan sanitasi buruk juga menjadi ancaman selama tidak turun hujan.

Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kemkes mencatat, jumlah penderita ISPA akibat kabut asap rata-rata meningkat sekitar 15 - 20 persen.

"Rata-rata jumlah pasien yang berkunjung ke fasilitas kesehatan naik 15 - 20 persen, meningkat tiga minggu terakhir ini. Kondisinya makin mengkhawatirkan, kalau asap tidak berhenti," kata Nila dalam temu media di Kantor Kemkes, Jakarta, Selasa (6/10).

Sementara itu, status Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per hari ini, Riau sebesar 395,63 (level berbahaya), Jambi 585,27 (berbahaya), Sumatera Selatan 880,85 (berbahaya), Kalimantan Barat 44,16 (baik), Kalimantan Selatan 55,46 (sedang), dan Kalimantan Tengah 763,09 (berbahaya).

Menkes mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan 27.595 ton bantuan ke delapan provinsi terdampak, berupa masker, oxycan, paket obat untuk ISPA, diare, tetes mata, dan vitamin.

Untuk mencegah dampak kesehatan yang meluas, menkes minta masyarakat, terutama yang berisiko tinggi seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan yang sudah sakit, agar tidak keluar rumah bila tidak mendesak. Sebisa mungkin hindari kabut asap tebal, sebab meski sudah menggunakan masker, potensi anak-anak terpapar asap tetap tinggi.

Selain itu, dianjurkan menjaga fisik atau kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah sakit.

Menkes juga minta pemerintah di daerah terdampak selalu meng-update status ISPU, dan mengumumkannya kepada masyarakat, sehingga kondisi tidak sehat bisa dihindari.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon