Inter vs Juventus, Aroma yang Berbeda di "Derby d'Italia"

Minggu, 18 Oktober 2015 | 03:14 WIB
MG
B
Penulis: ME Gunawan | Editor: B1
Preview Inter vs Juventus
Preview Inter vs Juventus (Istimewa)

Milan – Ada yang berbeda di laga big-match pekan kedelapan Serie A Italia bertajuk Derby d'Italia antara Inter Milan dan Juventus yang berlangsung di Giuseppe Meazza, Minggu (18/10) malam waktu setempat atau Senin (19/10) dini hari WIB. Untuk kali pertama dalam lima tahun terakhir, Nerazzurri berada dalam posisi yang diunggulkan. Sebaliknya, Bianconeri, pemegang scudetto dalam empat tahun berturut-turut ditempatkan sebagai underdog.

Di bawah arahan Roberto Mancini, di awal musim ini Inter membuat start yang cukup gemilang dengan menempati peringkat kedua, mengumpulkan 16 poin hasil dari lima kemenangan, satu kali imbang, dan satu kali menelan kekalahan. Hal ini tak lepas dari keputusan Mancini merestrukturisasi besar-besaran skuat Inter di musim panas lalu.

Lini belakang Nerazzurri kian solid dengan hadirnya duet bek tengah beda usia, Miranda (30) dan Jeison Murillo (23). Begitu pula dengan lini tengah dengan datangnya bintang muda Prancis, Geoffrey Kondogbia dan gelandang kawakan yang notabene mantan pemain Juventus, Felipe Melo. Mancini pun dapat leluasa merotasi pemain di lini depan menyusul direkrutnya Ivan Perisic dan Stevan Jovetic, serta mulai matangnya aksi Mauro Icardi.

Namun, meski demikian, Mancini bersikap membumi dengan menegaskan Inter bukanlah tim yang pantas difavoritkan. "Sampai pekan ini, Fiorentina yang jadi favorit. Saya selalu mengatakan Napoli, Juve, dan Roma memiliki skuat yang lebih baik untuk merebut scudetto. Memang, sejauh ini start kami cukup bagus. Berjuang sampai akhir adalah target kami," ujar Mancini.

Mancini pun menampik anggapan kekalahan di Giuseppe Meazza bakal memupus peluang Juventus untuk mempertahankan gelar. "Laga esok hari (hari ini) sangat penting, tapi tidak menentukan. Masih ada 31 pekan lagi. Memang benar, Juventus bakal kesulitan jika mereka menelan kekalahan. Tapi, mereka adalah tim yang sangat kuat dan mampu memetik rangkaian hasil positif di pekan-pekan mendatang," tambahnya.

Tampaknya Mancini menyadari rekor buruk yang ditoreh Inter di laga Derby d'Italia dalam beberapa tahun terakhir. Catatan resmi menunjukkan Nerazzurri tak kunjung mampu mengalahkan Bianconeri sejak kemenangan terakhir di Giuseppe Meazza, 17 April 2010. "Saya berharap kali ini hasilnya akan berubah," tegas Mancini.

Di lain pihak, Juventus datang dengan kondisi sempoyongan. Tampil begitu perkasa di empat musim terakhir, Si Nyonya Tua begitu terseok-seok di awal musim ini. Dengan hanya memetik 2 kali kemenangan, 2 kali imbang, dan menuai 3 kali kekalahan, Bianconeri menoreh start terburuk dalam 25 tahun terakhir.

Namun, "Justru karena itulah, musim ini bakal lebih menantang. Kami telah siap untuk menghadapinya. Kami sadar betul sulitnya laga ini. Akan tetapi, kami benar-benar terfokus dan bertekad untuk segera menapaki papan atas klasemen," ujar Sami Khedira, gelandang anyar Juventus yang didatangkan dari Real Madrid dengan cuma-cuma.

Untuk kali pertama di sepanjang musim ini, pelatih Juventus Massimiliano Allegri, bisa menurunkan kekuatan komposisi terbaiknya. Nyaris tidak ada pemain yang mengalami cedera serius seusai mengikuti jadwal laga internasional. Gelandang senior Claudio Marchisio pun telah kembali pulih dari cedera panjang.

Namun, Allegri memberi isyarat, di laga lawan Inter, Juventus tidak akan langsung menurunkan komposisi ideal. Sebabnya, pada pertengahan pekan, Bianconeri akan kembali bermain di Liga Champions dengan menjamu wakil Jerman, Borussia Muenchengladbach di Turin, Rabu (21/10).

"Partai ini bukan penentu scudetto. Rencana kami adalah siap bersaing merebut gelar liga pada Maret mendatang. Saat itu, kami berharap bisa meraih performa terbaik. Melihat komposisi skuat saat ini, saya dimungkinkan untuk memberikan istirahat pada sejumlah pemain yang telah bermain lebih banyak ketimbang rekan-rekannya. Sebabnya, di bulan depan, kami akan bertarung setiap tiga hari sekali. Dan, partai menghadapi Borussia bisa menjadi penentu seberapa jauh kami melangkah di Liga Champions," tegas Alllegri.

Meski demikian, Allegri tahu betul hasil buruk di Giuseppe Meazza bakal kian menjauhkan Juventus dari perburuan merebut gelar scudetto.

Prakiraan Susunan Pemain:
Inter:
Samir Handanovic; Davide Santon, Joao Miranda, Jeison Murillo, Juan Jesus; Geoffrey Kondogbia, Gary Medel, Felipe Melo; Stevan Jovetic, Ivan Perisic, Mauro Icardi.
Juventus:
Gianluigi Buffon; Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini; Juan Cuadrado, Sami Khedira, Claudio Marchisio, Paul Pogba, Patrice Evra; Paulo Dybala, Alvaro Morata.
Wasit: Paolo Valeri.

Head-to-head:
16/05/15, Inter 1-2 Juventus (Serie A)
06/01/15, Juventus 1-1 Inter (Serie A)
02/02/14, Juventus 3-1 Inter (Serie A)
14/09/13, Inter 1-1 Juventus (Serie A)
30/03/13, Inter 1-2 Juventus (Serie A)

Hasil 5 Partai Terakhir:
Inter:
13/09/15, Inter 1-0 Milan (Serie A)
20/09/15, Chievo 0-1 Inter (Serie A)
23/09/15, Inter 1-0 Hellas Verona (Serie A)
27/09/15, Inter 1-4 Fiorentina (Serie A)
04/10/15, Sampdoria 1-1 Inter (Serie A)

Juventus:
20/09/15, Genoa 0-2 Juventus (Serie A)
23/09/15, Juventus 1-1 Frosinone (Serie A)
26/09/15, Napoli 2-1 Juventus (Serie A)
30/09/15, Juventus 2-0 Sevilla (Liga Champions)
04/10/15, Juventus 3-1 Bologna (Serie A)

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon