Soal "Reshuffle", Seskab: Hak Presiden
Rabu, 4 November 2015 | 18:34 WIB
Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung tak memberi kepastian bakal ada perombakan kabinet dalam waktu dekat. Namun, ditegaskannya, perombakan kabinet atau reshuffle itu benar-benar menjadi hak penuh presiden dalam sistem presidensial.
"Hal reshuffle sepenuhnya kewenangan presiden dan untuk itu, dari waktu ke waktu, presiden mendengarkan hal yang berkembang di masyarakat," kata Seskab Pramono di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11).
Tak hanya mendengarkan aspirasi masyarakat, Presiden Jokowi, kata dia, juga terus mengikuti performa dan capaian para pembantunya, baik secara langsung, melalui setneg, maupun setkab.
"Apakah hak dan kewenangan itu akan digunakan oleh presiden atau kapan, tentunya presiden dan wapres yang tahu," kata dia soal kewenangan reshuffle.
Namun, dia membenarkan, dalam waktu dekat bakal ada pertemuan presiden dengan para ketua umum partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat -koalisi partai pendukung pemerintah.
PAN dan Partai Golkar belakangan menyatakan, bakal mendukung pemerintahan. Namun, mengenai kursi untuk partai yang baru mendukung pemerintah itu khususnya PAN pula tak dipastikan mantan sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.
"Jadi, tidak ada pembicaraan itu. Tetapi, kalau beliau berdua bisik-bisik, saya enggak tahu," kata dia lagi soal Presiden Jokowi dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang turut dalam santap malam kenegaraan, semalam, Selasa (3/11).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




