Kemkes dan ILO Gelar "Workshop Pneumoconiosis"

Senin, 9 November 2015 | 13:02 WIB
CO
B
Penulis: Carla Isati Octama | Editor: B1

Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemkes) bekerja sama dengan International Labour Organization (ILO) dan Persatuan Dokter Okupasi Indonesia (Perdoki) menyelenggarakan workshop ILO Classification of Radiographs of Pnemoconioses.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dokter dalam pemeriksaan penunjang radiologi penyakit pneumoconiosis berdasarkan klasifikasi ILO.

"Kami mengundang para ahli yang memiliki pengalaman lebih, tidak hanya dalam teknis membaca gambaran radiografi, namun sekaligus membaca gejala dan faktor risiko yang ada," ujar Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA, dr Anung Sugihantono, di Jakarta, Senin (9/11).

Ia menambahkan, kemampuan dan jumlah dokter saat ini, dalam pemeriksaan penunjang radiologi standar ILO pada diagnosis penyakit pneumoconiosis masih sangat terbatas.

"Karena itulah, salah satu upaya peningkatan yang perlu dilaksanakan adalah kapasitas dokter dalam diagnosis pneumoconiosis," ujar Anung.

ILO menyatakan bahwa pneumoconiosis merupakan penyakit akibat kerja yang paling banyak diderita oleh pekerja. Penyakit ini juga dikenal dengan penyakit paru-paru hitam.

Berdasarkan data ILO 2013, 30 - 50 persen pekerja di negara berkembang menderita pneumoconiosis.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon