Reshuffle Jilid II Tidak Akan Timbulkan Gejolak
Senin, 9 November 2015 | 17:04 WIB
Jakarta – Peneliti PARA Syndicate, Toto Sugiarto, menilai, reshuffle jilid II tidak akan menimbulkan gejolak yang signifikan. Pasalnya, reshuffle yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) rasional dan realistis.
"Saya pikir tidak akan menimbulkan gejolak yang berarti karena reshuffle jilid II merupakan kebutuhan rasional dan realistis," ujar Toto saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (09/11).
Dia mengungkapkan, dua kebutuhan rasional dan realistis yang mendorong Jokowi melakukan reshuffle, yakni memperkuat komposisi pendukung di parlemen dan mengganti menteri-menteri yang kinerjanya buruk.
"Untuk komposisi kekuatan di parlemen, kehadiran PAN tentunya membawa angin segar. Namun, tentu ada kompensasi dengan memasukkan PAN ke kabinet. Ini akan memperkuat dukungan PAN di parlemen," ungkapnya.
Sementera untuk menteri-menteri yang berkinerja buruk, Toto menilai Jokowi sudah punya nilai standar untuk mengevaluasi para menteri tersebut.
"Sehingga reshuffle nanti akan imbang antara menteri dari kalangan profesional dan menteri dari partai politik," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




