Pasang Baliho Bebas Narkoba Malah Dikeroyok Preman

Senin, 23 November 2015 | 17:01 WIB
MS
FB
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: FMB
Spanduk Anggota DPR RI, M.Misbakhun, menolak narkoba memicu serangan preman kepada anggota tim yang memasangnya
Spanduk Anggota DPR RI, M.Misbakhun, menolak narkoba memicu serangan preman kepada anggota tim yang memasangnya (Beritasatu.com/Markus Junianto Sihaloho)

Jakarta - Anggota DPRD Kota Pasuruan dari Fraksi PKB, Indra Iskandar, ditangkap oleh Polresta Surabaya saat pesta narkoba bersama dua pekerja seks komersial (PSK) di sebuah apartemen, di Surabaya, Jatim, beberapa waktu lalu. Berita itupun menyita perhatian publik.

Sementara, Anggota DPR RI dari Partai Golkar dapil Pasuruan dan Probolinggo, Jatim, M.Misbakhun, karena merasa prihatin, menjawabnya dengan membuat spanduk. Isinya, imbauan menyadarkan warga tentang bahaya barang haram tersebut. Dia pun berinisiatif memasang baliho dan spanduk bebas narkoba di beberapa titik strategis di Kota Pasuruan.

"Pemasangan baliho dan spanduk ini sebagai wujud kepedulian agar warga Kota Pasuruan bebas narkoba," kata Misbakhun, Senin (22/11).

Sebagai putra Pasuruan, Misbakhun tidak ingin generasi muda di Kota Pasuruan terkontaminasi narkoba. Sekali lagi, dia menegaskan bahwa gerakan bebas narkoba di Kota Pasuruan harus dimulai dari sekarang.

"Saya mengajak warga kota Pasuruan untuk hidup sehat dan menjadikan Kota Pasuruan sebagai kota yang bebas narkoba," kata dia.

Tim Posko Rumah Aspirasi Misbakhun mulai memasang baliho jam 15.00 WIB, Minggu (22/11). Pemasangan tersebut direncanakan di 20 titik. Namun baru saja memasang di 16 titik, saat tiba di Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gading Rejo, ada 30 orang berkendaraan bermotor sambil membawa pentungan dan pistol menyerang Tim Posko.

Juru Bicara Tim Posko Rumah Aspirasi Misbakhun, Haji Malik, menjelaskan bahwa sekitar pukul 22.30 WIB, 30 preman itu langsung menyerang mereka.

"Mereka mengancam begini, kalau mau menang pilkada, yang sehat. Saya jawab, spanduk ini tak ada kaitan dengan pilkada, tapi murni menyadarkan masyarakat Kota Pasuruan agar menjauhi narkoba," kata Malik.

Dua orang anggota tim menjadikorban karena dahinya dipukul gagang pistol. Kamera milik Malik juga dirampas preman. 10 menit setelah kejadian itu, aparat Polsek setempat tiba.

Jamak diketahui, Indra adalah anak keempat Calon Wali Kota Pasuruan Hasani yang diamankan bersama dua model dewasa Cindy (20), dan Sinta (23). Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP R Bambang Tjahjo Bawono menjelaskan, tertangkapnya Indra bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan ada dua wanita yang bekerja freelance sebagai model majalah dewasa sedang pesta narkoba.

Dari hasil tes urine, ternyata semuanya positif mengandung sabu-sabu, yang didapat dari tersangka Indra Iskandar. Polisi lalu mendatangi Hotel Sommerset di kawasan Surabaya Barat dan mengamankan Indra di kamar nomor 505.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon