Bursa Eropa Dibuka Menguat, Asia Ditutup Bervariasi

Rabu, 2 Desember 2015 | 16:48 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi Bursa Asia
Ilustrasi Bursa Asia (AFP)

Tokyo - Mayoritas bursa saham Asia pada perdagangan Rabu (2/12) ditutup bervarasi setelah data manufaktur AS melemah sehingga menimbulkan pertanyaan seberapa agresif bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve menaikkan suku bunga.

Di sisi lain, bursa Eropa dibuka sedikit menguat seperti bursa Inggris FTSE, bursa Jerman DAX dan bursa Prancis CAC setelah Wall Street semalam naik didorong saham kesehatan dan konsumen.

Data Institute for Supply management (ISM) Selasa (1/12) waktu AS menyebutkan, sektor manufaktur AS mengalami kontraksi bulan November ke level terlemah sejak Juni 2009, meskipun belanja konstruksi bulan Oktober naik ke level tertinggi sejak Desember 2007.

"Melemahnya data ISM mungkin saja menggagalkan rencana kenaikan suku bunga AS sambil menunggu data lpaangan pekerjaan dan inflasi," tulis ahli strategi SMBC Nikko Securities, Makoto Noji, di Tokyo, Rabu (2/12).

Namun di sisi lain, data itu bisa mencegah The Fed menunda menaikkan suku bunga karena pengetatan moneter akan berdampak negatif pada perekonomian AS melalui penguatan dolar. "Ini membuat mata uang negara berkembang melemah dan harga komoditas turun," kata dia.

Fokus investor kini beralih ke data lapangan pekerjaan AS yang akan dirilis pada Jumat mendatang.

Sementara indeks kawasan Asia Pasifik di luar Jepang MSCI Index pukul 16.00 WIB naik 0,35 (0,04 persen) ke level 884,08, indeks Nikkei 225 Jepang ditutup melemah 74,27 (0,37 persen) mencapai 19.938, Shanghai SE composite di Tiongkok ditutup bertambah 80,60 (2,33 persen) mencapai 3.536. Sementara Kospi di Korea Selatan ditutup melemah 14,64 (0,72 persen) mencapai 2.009.

Adapun perdagangan indeks Hang Seng di Hong Kong ditutup bertambah 98,34 (0,44 persen) mencapai 22.479. Sedangkan indeks Strait Times Singapura naik 13,23 (0,46 persen) mencapai 2.883.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon