Puan Minta Kemsos Beri Pelayanan Terbaik bagi Rakyat
Rabu, 16 Desember 2015 | 15:18 WIB
Jakarta - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengatakan, memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat merupakan salah tujuan dari digelorakannya Gerakan Revolusi Mental. Oleh karena itu, Kementerian Sosial (Kemsos) yang merupakan salah satu ujung tombak Revolusi Mental harus memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat.
"Berhasil atau tidaknya Gerakan Revolusi Mental dapat dilihat dari perbaikan pelayanan publik," ujar Puan dalam acara "Deklarasi Gerakan Revolusi Mental" di Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (16/12). Dia mengatakan, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat mengedepankan dan menekankan pentingnya perbaikan serta peningkatan pelayanan masyarakat, termasuk di bidang sosial.
Oleh karena itu, Puan meminta seluruh aparatur pemerintah, terutama di Kemsos, memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Tidak hanya itu, Puan juga menginginkan terwujudnya pelayanan yang ramah dan membantu rakyat. "Gerakan Revolusi Mental dalam jangka pendek menekankan pada pelembagaan pelayanan publik sebagai bentuk keteladanan struktural," ujar Puan.
Dijelaskan, tujuan dari Gerakan Revolusi Mental adalah mendorong Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa lain. "Keberhasilan dari gerakan nasional ini sangat ditentukan keteladanan dari kepemimpinan dalam membangun dan memberikan pelayanan publik," ujar Puan.
Dalam kesempatan itu, Menko PMK juga menjelaskan alasan Gerakan Revolusi Mental harus terus digelorakan sejak saat ini. Menurutnya, mengubah cara pandang, perilaku, dan kerja satu bangsa, terutama aparatur pemerintah, tidak sebentar dan tak mudah. Puan menyebutkan, keberhasian Revolusi Mental tidak dapat diukur dalam hitungan bulan, tapi harus dilakukan secara berkesinambungan.
"Orang-orang bertanya, kapan target revolusi mental? Revolusi mental adalah kerja jangka panjang yang dilakukan secara gotong royong dan tidak bisa dihitung dalam hari atau bulan. Revolusi mental harus terus dilakukan," katanya.
Dikatakan pula, revolusi mental tidak bisa dikerjakan sendiri tapi harus dilakukan dengan gotong royong. Nilai-nilai gotong royong itu yang harus menjadi bagian dari budaya kerja. "Bagaimana kita melakukan gotong royong pada saudara-saudara kita yang kurang mampu. Revolusi mental harus menjadi gaya hidup," katanya.
Puan mengatakan, revolusi mental harus berorientasi pada kemajuan dan kemodernan agar bangsa Indonesia menjadi bangsa besar serta mampu bersaing dengan bangsa-bangsa di dunia. Namun, dia meyakini gerakan ini akan memberikan hasil pada masa yang akan datang.
"Kita bekerja keras bukan untuk hari ini, tetapi buat hari esok bangsa ini. Bukan kita yang akan menikmati hasil perjuangan ini. Pastilah akan dinikmati oleh anak-anak dan cucu-cucu kita," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




