Wagub DKI Minta Seluruh RSUD Cek Ulang Peralatan Listrik

Selasa, 15 Maret 2016 | 13:26 WIB
CF
YD
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: YUD
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat memberikan pernyataaan perihal peristiwa terbakarnya mesin terapi di Dermaga Kolinlamil Pelabuhan Tanjung Priok, 15 Maret 2016.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat memberikan pernyataaan perihal peristiwa terbakarnya mesin terapi di Dermaga Kolinlamil Pelabuhan Tanjung Priok, 15 Maret 2016. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat meminta selu‎ruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah 5 kota administrasi Jakarta dan 1 kabupaten Kepulauan Seribu untuk memeriksa ulang kondisi sambungan instalasi listrik ke sejumlah alat medis yang ada di tempat tersebut.

Hal itu disampaikannya setelah mengikuti upacara serah terima dua kapal jenis Oceanographic Offshore Support Vessel (OSV), yakni KRI Rigel 933 dan KRI Spica 934 yang diserahterimakan dari Kementerian Pertahanan RI kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) di Dermaga Kolinlamil, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Selasa (15/3).

Djarot mengaku turut prihatin dan berduka cita atas meninggalnya empat orang yang terjebak dalam mesin Hiperbalic di ruangan udara bertekanan tinggi yang ada di Gedung Miangas Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo, Jakarta Pusat, yang menewaskan‎ Irjen (Purn) Abubakar Nataprawira (65), Edi Suwandi (67), dr Dimas (28), dan Sulistyo (54).

‎"Saya pernah ikut dan mencoba mesin terapi itu, dan memang manfaatnya sangat terasa efeknya di chamber itu masukin oksigen ke dalam tubuh masuk selama 30-45 menit, setelah keluar terasa tubuh lebih segar," ujar Djarot, Selasa (15/3) di halaman Dermaga Markas Kolinlamil Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Namun demikian, ia tidak menyangka, apabila terjadi kerusakan pada alat terapi tersebut sehingga menyebabkan keempat korban yang sedang berada di dalam alat tersebut meninggal kemarin seperti sudah suratan takdir dari Yang Maha Kuasa.

"Kalau Pemprov gak punya alat itu‎, ini menjadi warning peringatan bagi dunia kedokteran terutama di RS Pemprov yang menggunakan teknologi sejenis, seperti periksa jantung, rontgen, harus diperiksa benar terutama dari sisi kelistrikannya, itu murni kecelakaan betul, tidak boleh terjadi kejadian begitu di RSUD milik Pemprov DKI Jakarta," tambahnya.

Iapun meminta seluruh pelayan dan tenaga medis di rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta memeriksa secara rutin instalasi listrik yang digunakan.‎ Tujuannya, agar kebakaran rumah sakit yang diakibatkan hubungan pendek arus listrik tidak terulang lagi di ibukota.

"‎Harus dicek betul ya terutama dari sisi kelistrikannya tidak boleh lagi seperti itu ya, kita tidak tolerir ada kejadian seperti itu," tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon