Faisal Basri: Verifikasi KPU DKI Terlalu Berbelit

Selasa, 13 Maret 2012 | 15:46 WIB
RH
FH
Penulis: Ronna Nirmala/ Murizal Hamzah | Editor: FER
Pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Faisal Basri dan Biem Benjamin melambaikan tangannya menyapa wartawan usai mendaftarkan diri untuk maju di Pemilukada di KPUD Jakarta.
Pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Faisal Basri dan Biem Benjamin melambaikan tangannya menyapa wartawan usai mendaftarkan diri untuk maju di Pemilukada di KPUD Jakarta. (Antara/Prasetyo Utomo)
Faisal mempermasalahkan KTP kadaluarsa yang  digugurkan oleh petugas PPS dalam proses verifikasi.

Berkurang berkas dukungan Faisal-Biem dalam verifikasi tahap  pertama karena prosedur verifikasi yang terlalu berbelit.
 
Tudingan tersebut diungkapkan calon gubernur dari jalur independen  Faisal Basri yang ditemui di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi  DKI Jakarta, Jl. Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, hari ini.
 
"Prosedur verifikasi yang mengharuskan anggota Panitia Pemungutan Suara  (PPS) bertemu secara fisik dengan pemberi dukungan terlalu merepotkan.  Kalau tidak ketemu banyak suara yang digugurkan. Ini yang paling berat  saya kira," ujar Faisal.
 
Selain itu, dia mempertanyakan apakah KPUD benar-benar mengirimkan  undangan bagi pemberi dukungan untuk hadir di kelurahan untuk proses  verifikasi.
 
"Banyak dari pendukung saya yang mengaku tidak menerima undangan untuk verifikasi, tim sukses saya pun demikian," jelasnya.
 
Lebih lanjut, Faisal mempermasalahkan KTP kadaluarsa yang  harus digugurkan oleh petugas PPS dalam proses verifikasi.
 
"Misalnya seperti ini, kita mengumpulkan KTP pada Juni-Juli,  sedangkan KPU mengumumkan pada Desember, dalam jangka waktu  tersebut bisa jadi kan ada beberapa KTP yang habis masa berlakunya," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon