Jabat Kepala BNPT, Suhardi: Ini Tugas Berat

Rabu, 20 Juli 2016 | 13:32 WIB
NL
WP
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: WBP
Komjen Pol. Suhardi Alius (kiri) menandatangani berita acara pelantikan dirinya sebagai Kepala BNPT dihadapan presiden RI Joko Widodo, usai upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, 20 Juli 2016.
Komjen Pol. Suhardi Alius (kiri) menandatangani berita acara pelantikan dirinya sebagai Kepala BNPT dihadapan presiden RI Joko Widodo, usai upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, 20 Juli 2016. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta- Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi (pol) Suhardi Alius menyatakan siap mengatasi berbagai tantangan dan hambatan yang akan menghadang dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Ini tugas berat untuk kita," kata Suhardi usai dilantik Presiden Joko Widodo sebagai kepala BNPT di Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/7).

Suhardi menggantikan Jenderal Polisi Tito Karnavian, yang kini menjabat kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (kapolri).
Selain Suhardi, Presiden Jokowi juga ‎melantik Penny Kusumastuti Lukito sebagai kjepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Suhardi mengatakan, sebagai abdi negara siap menjalankan tugas yang diamanatkan Presiden Jokowi. Dikatakan, saat memberikan pengarahan Presiden Jokowi secara terbuka menyatakan bahwa terorisme adalah sebuah ancaman, bukan saja di tingkat nasional tetapi global.

"Artinya, harus ada langkah-langkah yang bersifat sistematis untuk membuat counter yang cukup buat kita dalam bingkai kemajemukan kebangsaan," kata Suhardi.

Suhardi juga menyatakan tekadnya untuk mengimplementasikan arahan Presiden Jokowi untuk melindungi bangsa ini dari berbagai gangguan dan teror yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab. Suhardi juga mengungkapkan kesiapannya melanjutkan program yang telah dicanangkan pendahulunya.

"Apapun juga yang sudah Pak Tito bangun akan kami lanjutkan. Tentunya, juga untuk kebaikan kita bersama. Kita akan sentuh semua suprastruktur hingga agar bisa berkomunikasi, membuat suatu komunikasi yang baik, sehingga betul-betul kita punya daya tahan terhadap pemikiran-pemikiran konsep radikal," kata Suhardi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon