Bisnis Data Dorong Laba Telkom Naik 33,3 persen
Kamis, 28 Juli 2016 | 13:10 WIB
Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membukukan pertumbuhan triple double digit growth pada pendapatan, EBITDA dan laba bersih sebesar 15,6 persen, 22,8 persen dan 33,3 persen.
Telkom pada periode enam bulan pertama 2016 ini membukukan pendapatan sebesar Rp 56,45 triliun, tumbuh 15,6 persen dari periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp 48,84 triliun. EBITDA Rp 28,80 triliun tumbuh 22,8 persen dari tahun lalu yang sebesar Rp 23,46 triliun, serta laba bersih sebesar Rp 9,93 triliun atau tumbuh 33,3 persen dari tahun lalu yang sebesar Rp 7,45 triliun.
Menurut Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen, bisnis Data, Internet dan IT Services menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan perseroan. "Bisnis Data, Internet & IT Service tumbuh 50,7 persen dengan kontribusi sebesar Rp 22,64 triliun atau 40,1 persen dari keseluruhan pendapatan perseroan," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (28/7).
Pertumbuhan pada pendapatan Data, Internet dan IT Services, sambungnya tidak terlepas dari perluasan infrastruktur fiber optic dan BTS 3G/4G sesuai arah strategi perusahaan menuju digital company. Sementara itu pelanggan layanan seluler Telkomsel menjadi 157,39 juta users tumbuh sebesar 9,2 persen. Pelanggan broadband juga mengalami peningkatan yang berarti. Pelanggan Telkomsel Flash tumbuh 48,2 persen menjadi 49,85 juta users dan pelanggan fixed broadband tumbuh 15,7 persen menjadi 4,3 juta users, termasuk di antaranya 1,5 juta pelanggan IndiHome.
Telkomsel selaku entitas anak usaha Telkom mampu mempertahankan kinerja melalui triple double digit growth dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 16,1 persen, EBITDA 23,9 persen dan laba bersih 32,7 persen secara Year on Year (YoY). Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp 41,11 triliun, EBITDA Rp 23,84 triliun dan laba bersih 13,41 triliun.
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan kualitas dan jangkauan layanan jaringan Telkomsel antara lain dengan penambahan sebanyak 15.834 BTS (Base Transceiver Station) di mana sekitar 90 persen BTS tersebut merupakan BTS 3G/4G. Sementara ARPU (average revenue per user/rata-rata pendapatan per pelanggan) tumbuh sekitar 9 persen sejalan dengan peningkatan penggunaan layanan data. Layanan IndiHome Triple Play yang diluncurkan pada awal 2015 telah memiliki 1,5 juta pelanggan hingga akhir semester 1 2016.
Sementara itu, beban perusahaan tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 8,5 persen, lebih rendah dari pertumbuhan pendapatan, dari Rp 33,72 triliun pada tahun lalu menjadi Rp 36,57 triliun. Beban operasional dan pemeliharaan menjadi kontributor utama kenaikan beban perseroan, yang meningkat sebesar 14,6 persen menjadi Rp 16,17 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




