Waspadai Ledakan Populasi Serangga Selain Tomcat
Kamis, 22 Maret 2012 | 18:13 WIB
Perubahan iklim yang tak menentu belakangan ini tak hanya memicu ledakan populasi Tomcat, tapi juga serangga lain.
Staf ahli perubahan iklim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Dr Liana Bratasida, meminta masyarakat waspada dengan perubahan iklim yang tidak menentu akhir-akhir ini.
Dengan kondisi iklim seperti itu bukan tidak mungkin ada spesies lain yang populasinya meledak selain tomcat.
"Kalau iklimnya cocok maka kemungkinan ada spesies yang tumbuhnya lebih besar dari biasanya," katanya saat menghadiri Semiloka Nasional Perubahan Iklim dan Peran Indonesia, di Universitas Gunadarma Depok, Kamis (22/3).
Liana mengatakan, secara tidak langsung berkembang biaknya serangga Tomcat ada hubungannya dengan perubahan iklim. Kalau iklimnya mendukung maka populasi akan cepat meledak dalam jumlah yang banyak.
Begitu pula saat ribuan ulat bulu menyerang Probolinggo, Jawa Timur, di awal tahun 2011. Peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) pernah meneliti fenomena serangan ulat bulu di daerah tersebut.
Hasil analisa sementara waktu itu menunjukkan, bahwa ledakan populasi ulat bulu yang terjadi di Probolinggo akibat perubahan iklim yang tak menentu itu merupakan jenis terbaru, dan belum pernah ada sebelumnya di kabupaten itu.
Staf ahli perubahan iklim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Dr Liana Bratasida, meminta masyarakat waspada dengan perubahan iklim yang tidak menentu akhir-akhir ini.
Dengan kondisi iklim seperti itu bukan tidak mungkin ada spesies lain yang populasinya meledak selain tomcat.
"Kalau iklimnya cocok maka kemungkinan ada spesies yang tumbuhnya lebih besar dari biasanya," katanya saat menghadiri Semiloka Nasional Perubahan Iklim dan Peran Indonesia, di Universitas Gunadarma Depok, Kamis (22/3).
Liana mengatakan, secara tidak langsung berkembang biaknya serangga Tomcat ada hubungannya dengan perubahan iklim. Kalau iklimnya mendukung maka populasi akan cepat meledak dalam jumlah yang banyak.
Begitu pula saat ribuan ulat bulu menyerang Probolinggo, Jawa Timur, di awal tahun 2011. Peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) pernah meneliti fenomena serangan ulat bulu di daerah tersebut.
Hasil analisa sementara waktu itu menunjukkan, bahwa ledakan populasi ulat bulu yang terjadi di Probolinggo akibat perubahan iklim yang tak menentu itu merupakan jenis terbaru, dan belum pernah ada sebelumnya di kabupaten itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




