Kemenhub Optimistis Satgas Berhasil Berantas Pungli

Senin, 17 Oktober 2016 | 18:52 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Presiden Joko Widodo (tengah), bersama Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan, Mentri Perhubungan Budi Karya, dan Menpan RB Asman Abnur, usai melakukan sidak di Kementrian Perhubungan, Jakarta, 11 Oktober 2016. Kedatangan Presiden terkait dengan operasi tangkap tangan di Kementerian Perhubungan. Pegawai Kemenhub diduga ditangkap Bareskrim Mabes Polri terkait dengan tindakan pungutan liar di lingkungan Kementrian tersebut.
Presiden Joko Widodo (tengah), bersama Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan, Mentri Perhubungan Budi Karya, dan Menpan RB Asman Abnur, usai melakukan sidak di Kementrian Perhubungan, Jakarta, 11 Oktober 2016. Kedatangan Presiden terkait dengan operasi tangkap tangan di Kementerian Perhubungan. Pegawai Kemenhub diduga ditangkap Bareskrim Mabes Polri terkait dengan tindakan pungutan liar di lingkungan Kementrian tersebut. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) optimistis bahwa pembentukan satuan tugas (satgas) dapat memberantas praktik pungutan liar (pungli) secara sistemik.

Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan Cris Kuntadi mengatakan, dengan adanya satgas tersebut dapat memetakan potensi-potensi kecurangan dengan lebih terfokus.

"Jadi tidak sporadis, kalau ditangani di sini, di tempat lain akan muncul, sehingga tidak akan pernah selesai. Karena ini permasalahan sistemik, maka penangannya harus sistemik," kata dia di Jakarta, Senin (17/10).

Cris menuturkan, satgas pemberantasan pungli tersebut diketuai oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo dengan melibatkan Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Selain itu, Kemenhub bekerja sama dengan lembaga penegak hukum, yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Polri.

"Kami juga sudah bekerja sama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan sudah menanyakan kepada pelanggan terkait potensi pungli," katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, potensi-potensi kecurangan bisa deteksi sejak sini dengan melibatkan seluruh pihak mewakili berbagai lini, seperti YLKI yang mewakili konsumen dan ICW mewakili pegiat pemberantasan korupsi.

"Kalau perlu kita tempatkan orang-orang yang mempunyai integritas yang berani mengambil risiko tinggi sebagai whistle blower untuk membocorkan potensi-potensi pungli," tutur Cris.

Dia mengatakan, meskpiun melibatkan pihak luar, pengawasan dari dalam juga tetap berjalan agar lebih optimal.

"Kita membuat pengawasan yang embedded. Kalau di dalam juga ada yang mengawasi efektivitasnya akan lebih tinggi, seperti kalau kita diawasi CCTV, akan lebih hati-hati," katanya.

Cris mengatakan pengawasan tersebut menyeluruh di semua sektor, baik darat, laut, udara, dan perkeretaapian.

Salah satu caranya dengan penerapan sistem dalam jaringan atau online. Namun tetap saja, dalam praktiknya, terdapat potensi-potensi, seperti saat penyerahan dokumen yang tidak bisa dilakukan dengan cara dalam jaringan.

"Selain itu, butuh juga sosialisasi kepada masyarakat karena ini juga bentuk dari pelayanan masyarakat," katanya.

Pembentukan satgas pemberantasan pungli menyusul tertangkapnya tangan enam pegawai Kemenhub yang diduga melakukan praktik pungli di Kemenhub oleh kepolisian pada Selasa (11/10) pekan lalu.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon