Hina Muamba di Twitter, Pemuda Inggris Dipenjara
Rabu, 28 Maret 2012 | 19:04 WIB
Melancarkan penghinaan rasial di Twitter
Seorang pemuda di Inggris harus mendekam di penjara selama 56 hari setelah memposting penghinaan rasial terhadap Fabrice Muamba, pesepak bola asal klub Bolton Wanderers, di Twitter.
Kala itu, Muamba sedang berjuang antara hidup dan mati setelah pingsan di tengah laga Piala FA melawan Tottenham Hotspurs. Alih-alih memberi semangat bagi Muamba, seperti sebagian besar pecinta sepak bola di dunia, Liam Stacey (21) malah menyumpahi Muamba di Twitter.
"LOL. F*** Muamba he's dead!!! #haha." tulis Stacey di akun Twitter-nya.
Tidak lama kemudian Stacey ditangkap pihak berwenang Inggris. Menurut laporan BBC, ia kemudian dihukum penjara selama 56 hari karena terbukti bersalah menyebarkan kebencian rasial.
Di tweet pertamanya Stacey memang belum menyentuh isu rasial tetapi setelah tweet-nya dikecam oleh sejumlah pengguna Twitter lain, ia membalas dan mengatakan "go pick some cotton" - ungkapan yang merujuk pada perbudakan kaum kulit hitam oleh bangsa Barat.
Di hadapan pengadilan Stacey sempat mengatakan bahwa akun Twitter-nya diretas. Belakangan ia mengaku sedang mabuk ketika memposting serangkaian tweet rasial itu.
Seorang pemuda di Inggris harus mendekam di penjara selama 56 hari setelah memposting penghinaan rasial terhadap Fabrice Muamba, pesepak bola asal klub Bolton Wanderers, di Twitter.
Kala itu, Muamba sedang berjuang antara hidup dan mati setelah pingsan di tengah laga Piala FA melawan Tottenham Hotspurs. Alih-alih memberi semangat bagi Muamba, seperti sebagian besar pecinta sepak bola di dunia, Liam Stacey (21) malah menyumpahi Muamba di Twitter.
"LOL. F*** Muamba he's dead!!! #haha." tulis Stacey di akun Twitter-nya.
Tidak lama kemudian Stacey ditangkap pihak berwenang Inggris. Menurut laporan BBC, ia kemudian dihukum penjara selama 56 hari karena terbukti bersalah menyebarkan kebencian rasial.
Di tweet pertamanya Stacey memang belum menyentuh isu rasial tetapi setelah tweet-nya dikecam oleh sejumlah pengguna Twitter lain, ia membalas dan mengatakan "go pick some cotton" - ungkapan yang merujuk pada perbudakan kaum kulit hitam oleh bangsa Barat.
Di hadapan pengadilan Stacey sempat mengatakan bahwa akun Twitter-nya diretas. Belakangan ia mengaku sedang mabuk ketika memposting serangkaian tweet rasial itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




