Pasca Bentrok, Kapolsek Senen Masih Dalam Perawatan
Sabtu, 31 Maret 2012 | 17:25 WIB
Kapolsek alami pembengkakan pada bagian Jantung dan Lambung
Pasca terjatuh dan terinjak-injak saat menangani unjuk rasa mahasiswa anti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBB) di Jalan Diponegoro, Kepala Polisi Sektor Senen, Komisaris Polisi Iman Zebua, mengalami pembengkakan di jantung dan lambung.
"Menurut keterangan dokter, ada pembengkakan di jantung dan lambung saya. Ini agak susah nafas dan masih terasa sakit di dada," ujar Iman di ruang perawatan intensif, di Ruang Edellweis, Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta, Sabtu (31/3).
Dikatakan Iman, dirinya tak sadarkan diri setelah diinjak-injak demonstran dan dilempar batu. Ia baru sadar ketika dibawa anggotanya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
"Awalnya saya terjatuh (ketika akan memadamkan bom molotov) karena didorong. Lalu, diinjak-injak dan dilempar batu. Kemudian saya pingsan dan ditolong anggota. Sadar ketika di bawa ke rumah sakit. Pelakunya belum tertangkap. Saya tidak dendam. Ini merupakan bagian dari tugas," tambahnya.
Lebih lanjut ayah dari Darlen Zebua (11), Clayton (8), dan Brouderik (5) itu, mengaku tak betah berada di rumah sakit. Namun, dirinya belum tahu kapan bisa pulang.
"Belum tahu kapan bisa keluar dari rumah sakit. Sudah tak betah. Kapan waktunya, tunggu dari keterangan dokter," kata Iman.
Di tempat yang sama, istri Iman, Vita menuturkan tahu bahwa suaminya terluka saat mengamankan unjuk rasa setelah menerima kabar dari anggota.
"Waktu pas kena pukul saya sedang berada di rumah. Kejadian itu sekitar pukul 19.00 WIB. Saya baru tahu Pukul 20.30 WIB, dikabarin anggota. Langsung dijemput. Sebagai istri, saya pasti kaget dan sedih," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Rikwanto, menegaskan pihaknya tengah mencari siapa pelaku pengeroyokan itu.
"Kami masih cari pelakunya. 35 tersangka yang diamankan ke Polda Metro Jaya juga sedang kami mintai keterangan," singkatnya.
Pasca terjatuh dan terinjak-injak saat menangani unjuk rasa mahasiswa anti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBB) di Jalan Diponegoro, Kepala Polisi Sektor Senen, Komisaris Polisi Iman Zebua, mengalami pembengkakan di jantung dan lambung.
"Menurut keterangan dokter, ada pembengkakan di jantung dan lambung saya. Ini agak susah nafas dan masih terasa sakit di dada," ujar Iman di ruang perawatan intensif, di Ruang Edellweis, Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta, Sabtu (31/3).
Dikatakan Iman, dirinya tak sadarkan diri setelah diinjak-injak demonstran dan dilempar batu. Ia baru sadar ketika dibawa anggotanya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
"Awalnya saya terjatuh (ketika akan memadamkan bom molotov) karena didorong. Lalu, diinjak-injak dan dilempar batu. Kemudian saya pingsan dan ditolong anggota. Sadar ketika di bawa ke rumah sakit. Pelakunya belum tertangkap. Saya tidak dendam. Ini merupakan bagian dari tugas," tambahnya.
Lebih lanjut ayah dari Darlen Zebua (11), Clayton (8), dan Brouderik (5) itu, mengaku tak betah berada di rumah sakit. Namun, dirinya belum tahu kapan bisa pulang.
"Belum tahu kapan bisa keluar dari rumah sakit. Sudah tak betah. Kapan waktunya, tunggu dari keterangan dokter," kata Iman.
Di tempat yang sama, istri Iman, Vita menuturkan tahu bahwa suaminya terluka saat mengamankan unjuk rasa setelah menerima kabar dari anggota.
"Waktu pas kena pukul saya sedang berada di rumah. Kejadian itu sekitar pukul 19.00 WIB. Saya baru tahu Pukul 20.30 WIB, dikabarin anggota. Langsung dijemput. Sebagai istri, saya pasti kaget dan sedih," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Rikwanto, menegaskan pihaknya tengah mencari siapa pelaku pengeroyokan itu.
"Kami masih cari pelakunya. 35 tersangka yang diamankan ke Polda Metro Jaya juga sedang kami mintai keterangan," singkatnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




