NKRI Harga Mati Bagi Rakyat Sulsel
Rabu, 30 November 2016 | 10:06 WIB
Makassar - Ribuan masyarakat mengikuti Apel Nusantara Bersatu di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (30/11).
Apel dikuti pegawai dari berbagai Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) lingkup Kantor Gubernur dan Kota Makassar, aparat keamanan, masyarakat, siswa dan berbagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengakatan, kalau sudah bicara atas nama ideologi, bangsa, negara dan atas nama persatuan, maka orang Sulsel pasti akan bersatu dan ini menjadi harga mati bagi orang Sulsel.
"Kalau ada yang mengganggu NKRI, Pancasila, ini harga mati bagi orang Bugis, Makassar, Toraja dan suku lainnya di Sulsel untuk bangkit membela," ujarnya dihadapan ribuan massa yang memadati Pantai di depan Kota Makassar itu.
Syahrul mengatakan, apel nusantara ini juga berlangsung di semua daerah di Sulsel, sesuai hasil pemantauan, Rabu pagi di semua daerah, sampai di Kabupaten Kepulauan Selayar yang cukup jauh pun juga menyelenggarakan kegiatan yang sama.
Gerakan serentak yang dilakukan masyarakat hari ini tanpa paksaan dan suruhan, ini bukti panggilan ideologi, panggilan kebersamaan untuk mengamankan NKRI, katanya.
Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen TNI, Agus Surya Bakti menjamin TNI, Pemerintah Daerah dan masyarakat siap mengamankan NKRI dari berbagai ancaman terhadap keutuhan.
TNI juga menyatakan siap menghadapi aksi-aksi anarkis yang akan mengganggu stabilitas keamanan di daerah ini.
"Kita tidak ingin Sulsel atau Makassar dikotori oleh oknum-oknum yang merusak kebersamaan, kebhinekaan, kami akan jaga bersama-sama seluruh masyarakat di Sulsel," katanya.
Pangdam berharap, aksi 212 harus berlangsung damaialurkan aspirasi sesuai konstitusi yang ada, jaga perdamaian, jaga Indonesia, Indonesia hebat.
Sementara itu, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anton Charliyan menjelaskan bahwa sesuai dengan kesepakatan nasional bahwa 2 Desember itu tidak ada aksi di Makassar, melainkan doa bersama untuk bangsa ini agar saling bersatu, menguatkan, saling mendorong dan memiliki.
Polda sudah mengantisipasi rencana gerakan 2 Desember di Sulsel dengan mengerahkan 3500 personil, dia juga menjamin di Makassar tidak ada aksi kecuali doa bersama yang akan dilaksanakan di Lapangan Karebosi, Makassar.
Kapolda mengimbau kepada massa yang membanjiri Losari agar jangan memperbesar kebhinekaan tetapi mari kita pertajam ke-ikaan, ketunggalan dan kebersamaan karena kita ini satu-satunya negara yang memproklamirkan diri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ada kesatuan dan jangan sampai terpecah belah sehingga kesatuan menjadi ‘persatean’.
Menurutnya, gerakan massa di Makassar hari ini suatu bukti bahwa bangsa Indonesia, seluruh rakyar Sulsel masih menginginkan Indonesia bersatu dan siapapun juga yang mengganggu maka inilah representasi kekuatan yang siap untuk membela bersama NKRI.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




