VIDEO: Pemerintah Bantu Pengobatan Novel
Kamis, 13 April 2017 | 12:40 WIB
Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan bahwa pemerintah membantu pengobatan penyidik Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang mengalami penyiraman dengan air keras, pada Selasa (11/4) pagi usai melaksanakan ibadah salat subuh di Masjid A-Iksan.
JK menjelaskan bahwa bantuan pengobatan tersebut adalah kewajiban pemerintah kepada semua petugas negara yang mengalami musibah saat tengah menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, bantuan diberikan dalam kapasitas Novel sebagai petugas negara.
"Pemerintah membantu pengobatan. Ini kan suatu musibah, karena KPK dan penyidik seniornya. Oleh karena itu, pemerintah membantu pengobatan. Pemerintah (ya) bukan pribadi. Kalau pribadi tentu tidak diterima, sulit kan, tidak enak nanti dikira gratifikasi. Jadi pemerintah membantu aparat negara yang mengalami musibah itu, yang dalam menjalankan tugasnya karena kita anggap ini dalam menjalankan tugasnya, karena dia sedang menyidik perkara besar, ya kita tidak tahu apakah ada hubungannya atau tidak. Tetapi dia dibutuhkan oleh KPK. Jadi sebagai petugas negara, pemerintah membantu," kata JK, Kamis (13/4).
Menurut JK, bantuan pengobatan tersebut diberikan atas permintaan dari Ketua KPK Agus Rahardjo yang menemuinya, pada Rabu (12/4). Meskipun, dalam pertemuan tersebut tidak hanya membicarakan mengenai bantuan kesehatan tetapi juga menjelaskan perihal kronologis kejadian yang menimpa Novel.
Sebagaimana diberitakan, Novel Baswedan mengalami insenden penyiraman dengan air keras, pada Selasa (11/4) dini hari. Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono menjelaskan bahwa penyiraman air keras dilakukan oleh dua orang menggunakan sepeda motor sekitar pukul 05.10 WIB. Ketika yang bersangkutan selesai menjalankan salat subuh di Masjid Al-Iksan.
Akibat penyiraman tersebut, Novel sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading dan Jakarta Eye Center (JEC) Menteng. Kemudian, pada Rabu (12/4), yang bersangkutan dibawa ke Singapura untuk mendapatkan perawatan intensif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




