Soal Telegram, Ini Langkah Lanjutan dari Kemkominfo
Senin, 17 Juli 2017 | 18:45 WIB
Jakarta - Pada Minggu (16/7), CEO Telegram Pavel Durov atas nama tim Telegram telah menyampaikan permohonan maaf dan mengakui telah menerima email komunikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Padahal Durov sebelumnya sempat mengatakan belum menerima email laporan dari Kemkominfo. Selanjutnya, CEO Telegram itu berkomitmen untuk membuka jalur komunikasi dengan Kemkominfo.
Menkominfo Rudiantara mengapresiasi tanggapan dari Pavel Durov tersebut, dan Kemkominfo akan menindakanjuti secepatnya dari sisi teknis detail agar SOP (Standard Operating Procedure) bisa segera diimplementasikan.
"Saya sudah menerima email mengenai permintaan maaf dari Pavel Durov, rupanya dia tidak menyadari adanya beberapa kali permintaan dari Kementerian Kominfo sejak 2016. Durov telah menindaklanjuti yang diminta oleh Kementerian Kominfo dan mengusulkan komunikasi khusus untuk proses penanganan konten negatif, khususnya radikalisme atau terorisme," kata Rudiantara dalam keterangan resminya, Senin (17/7).
Setelah diterimanya komunikasi dari Telegram kepada Menteri Kominfo, ada empat langkah tindak lanjut yang akan dilakukan Kemkominfo.
1. Kemungkinan dibuatnya Government Channel agar komunikasi dengan Kementerian Kominfo lebih cepat dan efisien.
2. Kemkominfo akan meminta diberikan otoritas sebagai Trusted Flagger terhadap akun atau kanal dalam layanan Telegram.
3. Kemkominfo akan meminta Telegram membuka perwakilan di Indonesia.
4. Untuk proses tata kelola penapisan konten, Kemkominfo terus melakukan perbaikan baik proses, pengorganisasian, teknis, maupun Sumber Daya Manusia (SDM).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




