Dompet Dhuafa Tebar 25.000 Hewan Kurban
Sabtu, 29 Juli 2017 | 08:46 WIB
Sukabumi - Menjelang perayaan Idul Adha 1438 H, Dompet Dhuafa kembali memperkenalkan program andalannya, yaitu Tebar Hewan Kurban (THK) kepada media massa pada Rabu (26/7) dan Kamis (27/7) di Desa Cisitu, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
General Manager Mobilisasi ZIZ Dompet Dhuafa, Urip Budiarto menyatakan program THK telah berjalan 24 tahun dan pada tahun mengambil tema "Kurbanesia, Kurbanmu Keberkahan Peternak dan Dhuafa Indonesia". Pihaknya menargetkan pendistribusian 25.000 hewan kurban ke 33 provinsi di Indonesia. Selain itu, hewan kurban juga disalurkan ke beberapa negara berpenduduk minoritas Muslim dan sering berkonflik, seperti Suriah, Palestina, Myanmar, Kamboja, dan Filipina.
Tidak hanya mendistribusikan hewan kurban saja, program THK juga memberdayakan peternak binaan yang tergabung dalam program Kampoeng Ternak Nusantara (KTN) yang menjadi model bisnis sosial. Program ini membantu mengangkat perekonomian masyarakat desa, khususnya peternak di Desa Cisitu, Nyalindung, Sukabumi.
"Dompet Dhuafa ingin hari raya kurban tidak hanya dimanfaatkan untuk beribadah semata, tetapi juga untuk meningkatkan pemberdayaan sosial dan perekonomian berbagai, pihak khususnya masyarakat desa," katanya di Sukabumi, Kamis (27/7).
Dalam memperkenalkan program THK dan KTN, Dompet Dhuafa mengajak awak media untuk mengenal lebih dekat bagaimana program tersebyt berjalan di Desa Cisitu yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai peternak, petani teh, dan penyadap nira (gula merah).
Di Desa Cisitu terdapat kelompok peternak yang terkumpul dalam paguyuban Cipta Raharja dengan anggota 35 keluarga. Mereka mendapat bantuan berupa dua ekor domba dan 1 ekor sapi perah untuk diternakkan agar dapat berkembang biak, serta menghasilkan daging dan susu untuk dijual. Melalui program yang telah berjalan dua tahun, setiap anggota paguyuban kini mempunyai tiga sampai enam ekor domba dan dua ekor sapi perah. Domba yang ada akan digunakan untuk berkurban dan sapi perah diambil susunya untuk dijual ke pabrik.
Setiap hari, susu yang dihasilkan setiap ekor sapi perah mencapai 15 liter dan dijual dengan harga Rp 4.000 per liter. Penjualan susu dilakukan bersama-sama. Setiap hari, paguyuban dapat menjual rata-rata 500 liter susu.
Tahun ini Desa Cisitu akan memasok 80 domba untuk program Kurbanesia. Daging kurban dari domba-domba ini akan didistribusikan untuk masyarakat di sekitar wilayah Nyalindung.
"Dengan program KTN, masyarakat di desa ini telah mengalami kemajuan ekonomi. Mereka bisa menyekolahkan anak, membeli sawah, sepeda motor, merenovasi rumah, hingga menikahkan anak. Warga desa juga mulai mengenal budaya rapat, aktif bermusyawarah, dan menabung," kata Urip.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




