PSSI KLB tak Ingin Mendahului "Task Force"

Selasa, 8 Mei 2012 | 20:06 WIB
AD
B
Penulis: Antara/Yudo Dahono | Editor: B1
Tony Apriliani (kanan) bersama Hinca Panjaitan.
Tony Apriliani (kanan) bersama Hinca Panjaitan. (Antara)
PSSI kepengurusan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Ancol lebih menghormati etika perundingan sambil menunggu keputusan tim Task Force FIFA/AFC.

"Kami menghormati etika perundingan dan tak perlu banyak bicara dulu. Kami pun sangat menghormati tim Task Force jika mereka sedang bekerja untuk mencari solusi bagi kemelut di PSSI," ujar Pengacara PSSI-KLB, Hinca Panjaitan di Jakarta, hari ini.

Hinca mengatakan, pihaknya tak ingin mereka-reka atau mendahului tim Task Force dalam menyimpulkan hasil keputusan dari pertemuan di Kuala Lumpur pada 24 April lalu. Apalagi masih akan ada pertemuan kedua dan seterusnya.

Lebih lanjut menurut Hinca, pertemuan kedua itu besar kemungkinan dilakukan mengingat persoalannya memang belum tuntas.

Sebagaimana diketahui, tim Task Force FIFA/AFC pada 24 April lalu telah bertemu dengan dua pihak PSSI. Kepengurusan PSSI Djohar Arifin diwakili Wakil Ketua Umum Farid Rahman dan Sekjen Tri Goestoro sementara itu PSSI hasil KLB diwakili Hinca Panjaitan dan Joko Driyono.

Hinca yang dalam pertemuan itu bertindak selaku lawyer PSSI hasil KLB mengatakan, dia bersama Joko Driyono diterima lebih lama oleh tim Task Force yang memberikan kesempatan untuk menjabarkan seluruh laporan.

Hinca mengatakan, sepulang dari Kuala Lumpur tersebut pihaknya lebih baik menunggu tim Task Force tentang langkah apa yang harus dilakukan. PSSI KLB tidak akan mengadukan persoalannya ke pihak-pihak lain yang tak memiliki korelasi dengan langkah penyelesaian kisruh di PSSI.

"Kami menghormati aspek fairplay dan fairness. Tidak elok kalau kami lantas bicara ke sana ke mari, apalagi kalau dilakukan oleh orang yang tidak secara langsung melakukan pertemuan dengan tim Task Force AFC," ujarnya.

Melihat kronologis sejak FIFA memberikan tambahan waktu hingga 15 Juni 2012 bagi AFC untuk menyelesaikan kisruh di PSSI melalui suratnya per 30 Desember lalu, sebenarnya sanksi skorsing bagi PSSI sudah bisa dijatuhkan.

"Dari aspek logika sebenarnya sanksi bagi PSSI itu sudah jatuh. Namun FIFA memberikan kesempatan kepada AFC untuk membuat formulasi agar jangan sampai sanksi itu benar-benar dijatuhkan dengan tenggat waktu hingga 15 Juni 2012," ujar Hinca.

Mengenai kemungkinan bakal ditunjuknya Komite Normalisasi jilid 2, Hinca mengatakan hal tersebut sebagai kemustahilan, mengingat FIFA sudah pernah menunjuk Komite Normalisasi dari kasus sebelumnya sebagai tindak lanjut dari situasi emergency (darurat).

"Dari 208 anggota FIFA yang ada, kasus di PSSI sangat unik. Kondisi darurat dengan ditunjuknya Komite Normalisasi hanya akan pernah diberikan satu kali kesempatan oleh FIFA. Saat ini, kunci penyelesaian kekisruhan PSSI sebenarnya ada di tangan kepengurusan PSSI hasil KLB, bukan di tangan PSSI Djohar Arifin," demikian Hinca Panjaitan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon