Menko Polhukam: Indonesia Tak Akan Bubar

Selasa, 3 April 2018 | 12:30 WIB
MB
AB
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: AB
Wiranto.
Wiranto. (Antara)

Tangerang - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia perlu ditingkatkan lewat pendidikan. Sejalan dengan itu, mahasiswa harus benar-benar memiliki pemahaman bahwa Indonesia memiliki masa depan yang cerah.

Hal tersebut disampaikannya saat memberi kuliah umum bertema "Peran UT dalam Membangun Kemandirian Ekonomi Bangsa" di Univeritas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Tangerang, Banten, Senin (2/4).

Menurutnya, berbagai survei yang dilakukan lembaga dunia yang terpercaya menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang berbada di posisi bagus untuk investasi. Oleh karena itu, sebagai bangsa besar, semua komponen bangsa harus optimistis, bukan sebaliknya, pesimistis. Munculnya pemikiran Indonesia akan bubar pada 2030 adalah pemikiran yang pesimistis.

"Saya yakin seyakin-yakinnya Indonesia tidak akan bubar pada 2030," tegasnya.

Sebagai alumnus UT, Wiranto mengaku kembali hadir di kampus untuk membagi pengalaman empris yang berkaitan dengan pemahaman akademis.

"Saya memang alumnus UT tahun 1993 dan sebagai menko polhukam perlu memberikan informasi kepada mahasiswa akan kondisi kita, sehingga mahasiswa memiliki gambaran utuh mengenai Indonesia masa lalu, masa kini, dan masa depan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wiranto juga menyatakan Universitas Terbuka (UT) kini telah berkembang menjadi perguruan tinggi termuka yang menawarkan sistem pendidikan sesuai  perkembangan zaman. Untuk itu, UT harus terus berinovasi dan tidak boleh berhenti pada capaian saat ini.

UT harus mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) yang mampu menghasilkan inovasi untuk peningkatan daya saing bangsa. Lulusan UT diharapkan berada di garda terdepan dalam pengabdian masyarakat.

"Saya sangat bangga dengan terobosan UT yang sangat bagus. Ini dapat meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi dan kehadiran UT bisa tawarkan kemandirian bangsa," katanya.

Keadilan
Sementara itu, Rektor UT Ojat Darojat mengatakan kuliah umum dan seminar dapat memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang dampak kemandirian ekonomi bangsa. UT ikut berkontribusi untuk mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa dengan hadir di seluruh pelosok Tanah Air untuk menanamkan tongkat pendidikan tinggi di 34 provinsi, bahkan hingga ke luar negeri.

"Kehadiran UT hingga di luar negeri tidak seja berdampak strategis bagi peningkatan ekonomi, tetapi juga memberikan rasa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi," pungkasnya.

Hingga saat ini UT telah menghasilkan 1.609.843 alumni yang tersebar di seluruh Tanah Air dan luar negeri.

Untuk menyasar lebih banyak lagi mahasiswa, UT terus melakukan proses transformasi untuk menjadi cyber university.

"Pembelajaran dengan berbasis teknologi informasi atau dikenal dengan cyber university merupakan salah satu upaya serius yang dilakukan UT untuk mempercepat kemandirian ekonomi bangsa. Dengan kapabalitas, kapasitas, dan daya tamping UT yang sangat besar membuat pendidikan tinggi terbuka bagi semua. Niscaya UT akan terus berkontribusi siginifikan pada kenaikan indikator pembangunan manusia (IPM)," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon