Lebong Hasilkan Daya Listrik 1.000 MW pada 2020
Jumat, 27 April 2018 | 09:44 WIB
Bengkulu - Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, pada tahun 2020, akan menghasilkan daya listrik sebanyak 1.000 megawatt (MW) dari tujuh unit pembangkit listrik yang dibangun di daerah ini.
"Pada tahun 2020, kita akan menjadi salah satu daerah lumbung energi di Tanah Air, karena menghasilkan daya listrik sebanyak 1.000 MW. Daya listrik ini akan kami pasarkan berbagai daerah di Tanah Air yang masih membutuhkan daya listrik," kata Bupati Lebong, Rosjonsyah kepada SP, di Bengkulu, Kamis (25/4).
Ia mengatakan, tujuh pembangkit listrik dibangun di Kabupaten Lebong, satu di antaranya telah lama berfungsi, yakni PLTA Tess di Kecamatan Lebong Selatan. Sedangkan enam pembangkit lagi dari sumber panas bumi dan pembangkit listrik mikrohidro tengah dibangun dan ditargetkan beroperasi pada awal 2020 mendatang.
Pembangkit listrik tersebut, berlokasi di sejumlah kecamatan yang ada di Lebong, salah satunya pembangkit listrik tenaga panas bumi atau geotermal berlokasi di Kecamatan Lebong Selatan.
"Pembangkit listrik ini jika sudah selesai dibangun dan beroperasi bisa menghasilkan daya listrik sebanyak 1.000 MW. Jika recana ini menjadi kenyataan, maka Lebong akan menjadi salah satu daerah di Tanah Air sebagai lumbung energi," ujarnya.
"Jika energi listrik sebanyak ini dijual, maka Pemkab Lebong, akan menerima kompensasi sebanyak Rp 400 miliar per tahun dari tujuh unit pembangkit listrik tersebut," ujarnya.
Dana kompensasi energi listrik yang diterima Pemkab Lebong tersebut, akan dapat meningkatkan dana APBD setempat hingga di atas Rp 1 triliun. "Sekarang APBD Lebong paling tinggi Rp 700 miliar," ujarnya.
Meski dana APBD minim, tapi geliat pembangunan di Lebong tetap jalan, sehingga ekonomi masyarakat mengalami kenaikan walaupun tidak signifikan. "Yang jelas, kalau Lebong dapat dana kompensasi dari energi listrik, maka pembangunan di daerah ini, akan semakin mengeliat," ujarnya.
Bupati Rosjonsyah berharap semua pihak untuk mendukung pembangunan tujuh pembangkit listrik di daerah ini, sehingga dapat selesai tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.
"Jika ada persoalan di lapangan kita selesaikan secara musyawarah, sehingga pembangunan pembangkit listrik tidak terhambat. Kalau pembangkit listrik sudah beroperasi akan banyak menyerap tenaga kerja sehingga berdampak pada peningkatkan ekonomi rakyat," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




