Kampanye Belum Hadirkan Pendidikan Politik

Jumat, 9 November 2018 | 22:54 WIB
YS
WM
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: WM
Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersama Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Salahudin Uno (kanan) bersalaman usai acara Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 di Silang Monas, Jakarta, Minggu 23 September 2018.
Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersama Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Salahudin Uno (kanan) bersalaman usai acara Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 di Silang Monas, Jakarta, Minggu 23 September 2018. (SP/Joanito De Saojoao/SP/Joanito De Saojoao)

Jakarta -Para tim kampanye calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) belum menghadirkan pendidikan politik dalam kampanyenya, terutama kampanye di media sosial. Salah satunya yakni kampanye isu ekonomi yang mendominasi, namun tidak berisi.

"Isu ekonomi adalah isu yang mendominasi kampanye masing-masing capres di media sosial, namun tidak berisi," kata Program Manager Pemantauan Konten dan Biaya Kampanye Capres di Media Massa dan Sosial Yayasan SatuDunia, Anwari Natari, di Jakarta, Jumat (9/11).

Berdasarkan pantauan SatuDunia, pasangan Prabowo-Sandiaga Uno lebih sering mengangkat isu ekonomi dalam kampanyenya. Tim pasangan Prabowo-Sandiaga Uno hingga Kamis (8/11) telah mengangkat isu ekonomi dalam kampanyenya sebanyak 87,01%. Sementara tim pasangan Jokowi-Ma’ruf hanya 11,69%  mengangkat isu ekonomi.

"Meskipun demikian, isu ekonomi dalam kampanye pilpres ini belum menyentuh substansi persoalan. Apalagi menawarkan alternatif dalam menyelesaikan persoalan ekonomi," ungkapnya.

Narasi isu ekonomi yang dibangun oleh tim kampanye Prabowo-Sandiaga Uno, misalnya, mulai mengangkat persoalan kesenjangan ekonomi. Namun, sama sekali tidak menyentuh akar persoalan dari kesenjangan ekonomi tersebut.

"Persoalan kesenjangan sosial hanya digambarkan di permukaan, tidak menyentuh akar persoalan dari mazab ekonomi yang menyebabkannya. Tawaran gagasan alternatif pun tidak muncul dari pasangan tersebut, karena yang digambarkan masih berada di permukaan," ujarnya.

Hal yang sama juga nampak pada pasangan Jokowi-Ma’ruf. Narasi kampanye pasangan tersebut dalam isu ekonomi lebih menampakan kerja pemerintah dalam melakukan pemerataan pembangunan melalui pembangunan berbagai infrastruktur.

Namun, pasangan tersebut juga tidak mengungkap sejauh mana infrastruktur mampu mengatasi persoalan kesenjangan sosial di satu wilayah dan antarwilayah. "Pasangan ini juga nampak malu-malu mengungkapkan madzab ekonomi apa yang dipakai dibalik gegap gempita pembangunan infrastruktur," ucap Anwari.

Persoalan berikutnya adalah mengapa masing-masing capres hanya menyentuh di permukaan saja dalam isu ekonomi. Bisa jadi, masing-masing capres sebenarnya memakai Madzab ekonomi yang sama dalam melihat persoalan ekonomi Indonesia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon