Huntara yang Dibangun Kementerian PU Belum Dihuni

Kamis, 13 Desember 2018 | 14:28 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Pekerja mengangkat papan asbes untuk dinding Hunian Sementara (Huntara) di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Senin 12 November 2018. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  (PUPR) akan membangun 1.200 unit Huntara bagi korban gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala, yang ditargetkan telah dapat dihuni pada Desember atau sebelum Natal tahun ini.
Pekerja mengangkat papan asbes untuk dinding Hunian Sementara (Huntara) di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Senin 12 November 2018. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun 1.200 unit Huntara bagi korban gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala, yang ditargetkan telah dapat dihuni pada Desember atau sebelum Natal tahun ini. (Antara/Basri Marzuki)

Palu - Hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga saat ini belum juga dihuni oleh para korban bencana alam Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala).

"Kami sudah membangun 699 unit huntara dan saat ini yang siap huni sebanyak 65 unit, namun pada 17 Desember nanti, sebanyak 136 unit akan siap huni," kata Koordinator Satgas Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR Arie Setiadi Murwanto yang dihubungi di Palu, Kamis.

Ia mengaku tidak mengetahui mengapa huntara-huntara berkualitas terbaik di Pasigala itu belum juga dihuni, karena yang mengatur penghuni adalah pemerintah daerah.

"Kami sudah selesai membangun fisik bangunan serta fasilitasnya, dan untuk mengisinya, diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing yang berhak menyeleksi warga calon penghuni," ujar Arie yang didamping Staf Khusus Menpupera Bidang Komunikasi Rudy Novrianto.

Menurut Arie, Kempupera merencanakan membangun 1.200 unit huntara sampai akhir tahun 2018 ini, namun pelaksanaannya disesuaikan dengan kesiapan penghuni sehingga sampai pertengahan Desember 2018 ini baru dibangun sekitar 700 unit.

"Ini juga merupakan strategi kami menghadapi berbagai kendala seperti kesiapan dalam menyeleksi penghuni, serta keterbatasan material bangunan, meteran listrik PLN, sumber air tanah, serta tenaga kerja pelaksana pembangunan huntara," ucap Arie, mantan Dirjen Bina Marga Kempupera itu.

Setiap unit huntara terdiri atas 12 bilik berukuran masing-masing 17,4 meter persegi, berlantai triplex tebal, dinding GRC, atap seng, kerangka baja ringan serta dilengkapi 6 kamar mandi, 6 WC, satu dapur umum dan satu tempat cuci umum.

Sedangkan fasilitas yang tersedia adalah listrik 450 watt setiap bilik, dan sarana air bersih. Untuk lokasi-lokasi yang sulit mendapatkan air tanah dengan sumur bor, akan disuplai dengan mobil-mobil tangki yang akan mengisi tandon-tandon air.

Arie juga mengungkapkan bahwa pihaknya sedang membangun komunikasi dengan Kementerian Sosial mengenai kemungkinan penyediaan jaminan hidup kepada seluruh penghuni huntara yang dibangun Kementerian PUPR, seperti yang pernah diberikan kepada para peserta program transmigrasi.

Menurut dia, huntara yang sedang dibangun Kempupera ini nantinya akan mampu menampung 14.200 kepala keluarga korban di Pasigala, sementara pusat data kebencanaan Pemprov Sulteng mencatat untuk sementara kebutuhan huntara mencapai 20.000 kepala keluarga.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon