Parasyndicate: Debat Ketiga, Skor Ma'ruf 9, Sandiaga 7

Senin, 18 Maret 2019 | 17:10 WIB
YS
YD
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: YUD
Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin (kiri) berbincang dengan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno (kanan) usai mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Maret 2019.
Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin (kiri) berbincang dengan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno (kanan) usai mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Maret 2019. (SP/Joanito De Saojoao./SP/Joanito De Saojoao.)

Jakarta, Beritasatu.com - Debat ketiga Pemilihan Presiden (Pilpres) telah mempertemukan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 Ma'ruf Amin dengan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno.

Masing-masing kandidat telah mengutarakan visi, misi maupun programnya di bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya jika terpilih menjadi Wakil Presiden periode 2019-2024.

Direktur Eksekutif Para Syndicate, Ari Nurcahyo, menilai, dalam debat Cawapres ketiga, masing-masing kandidat telah menunjukkan kelebihannya dalam mengelaborasi berbagai permasalahan terkait tema debat.

"Ma'ruf dari performa debat, diksi bagus, banyak kata-kata yang artikulatif. Bukan proses karbitan, tetapi melalui proses panjang. Sandiaga tampil santun dan menonjolkan gesture. Tapi diksinya biasa saja dan cenderung monoton," kata Ari Nurcahyo, di dalam Bedah debat "Membaca Kapasitas Cawapres Menggagas Solusi Bidang Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Budaya" Senin (18/3/2019).

Menurut Ari, jika ditarik skor atau penilaian, maka Cawapres Ma'ruf Amin mendapat skor 9 atau nilai A. Sedangkan Sandiaga Uno mendapatkan skor 7 atau nilai C.

"Jika dikasih skor, Cawapres Ma'ruf Amin mendapat 9 atau A, Sandiaga skor 7 atau C. Skor 9 Ma'ruf pertama dari performa debat, diksi bagus, banyak kata-kata yang artikulatif," ucap Ari.

Sedangkan dalam konstruksi program atau kebijakan, Ma'ruf juga dinilainya cukup runtut dengan bahasa terstruktur dan disampaikan sangat artikulatif. Sedangkan Sandiaga penalaran sering lompat-lompat dan tidak nyambung.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon