Banyak Senggolan, FIA Rilis “Pedoman Mendahului”
Sabtu, 14 Juli 2012 | 01:32 WIB
Kalau sayap depan sudah sejajar ban belakang, mobil di depan harus memberi jalan.
Beberapa seri terakhir Formula 1 diwarnai oleh banyak insiden mobil yang bersenggolan atau tabrakan saat saling mendahului, sehingga mendorong peyelenggara balapan FIA untuk mengeluarkan aturan baru yang kemungkinan akan berlaku saat Grand Prix Jerman nanti.
Beberapa insiden itu cukup merugikan pembalap yang terlibat. Misalnya Lewis Hamilton yang di lap terakhir Grand Prix Eropa mencoba mempertahankan posisi ketiga, namun akhirnya bertabrakan dengan Pastor Maldonado sehingga harus out beberapa saat menjelang finis.
Pekan lalu di Inggris, lagi-lagi Maldonado yang mencoba menahan gempuran Sergio Perez dan mereka malah bersenggolan, sehingga lawannya juga gagal finis.
Yang juga menjadi perhatian FIA adalah kejadian di Bahrain saat Nico Rosberg menghalang-halangi Lewis Hamilton dan Fernando Alonso sepanjang balapan, walaupun tidak ada insiden serius.
Saat itu pengawas balapan memutuskan tidak menghukum Rosberg dengan alasan mobilnya bergerak secara kontinyu (tanpa manuver berlebihan) dan karena tidak ada “bagian signifikan” baik dari mobil Hamilton maupun Alonso yang bisa meraih posisi di samping Rosberg.
Namun seiring dengan makin ketatnya kejuaraan, para pembalap memperdebatkan definisi yang tepat tentang “bagian signifikan” menurut FIA itu.
Usai Grand Prix Inggris pekan lalu, direktur balapan FIA Charlie Whiting akhirnya memberi panduan tertulis ke semua tim yang akan dipakai untuk menilai setiap insiden berikutnya.
Dalam pemberitahuan itu, seperti yang dikutip Autosport, Whiting mengatakan "setiap pembalap yang sedang mempertahankan posisi di lintasan lurus dan sebelum area pengereman boleh menggunakan seluruh lebar trek dalam manuvernya yang pertama asalkan tidak ada bagian signifikan dari mobil lawan yang mencoba mendahului yang berada di sisi mobilnya. Ketika bertahan dengan cara itu, pembalap tak boleh keluar trek tanpa alasan yang bisa dibenarkan."
Untuk lebih memperjelas lagi, dia kemudian menambahkan: "demi menghindari keragu-raguan, jika setiap bagian sayap depan mobil yang mencoba mendahului berada di sisi ban belakang mobil yang di depan, itu akan dianggap sebagai ‘bagian signifikan'.”
Beberapa seri terakhir Formula 1 diwarnai oleh banyak insiden mobil yang bersenggolan atau tabrakan saat saling mendahului, sehingga mendorong peyelenggara balapan FIA untuk mengeluarkan aturan baru yang kemungkinan akan berlaku saat Grand Prix Jerman nanti.
Beberapa insiden itu cukup merugikan pembalap yang terlibat. Misalnya Lewis Hamilton yang di lap terakhir Grand Prix Eropa mencoba mempertahankan posisi ketiga, namun akhirnya bertabrakan dengan Pastor Maldonado sehingga harus out beberapa saat menjelang finis.
Pekan lalu di Inggris, lagi-lagi Maldonado yang mencoba menahan gempuran Sergio Perez dan mereka malah bersenggolan, sehingga lawannya juga gagal finis.
Yang juga menjadi perhatian FIA adalah kejadian di Bahrain saat Nico Rosberg menghalang-halangi Lewis Hamilton dan Fernando Alonso sepanjang balapan, walaupun tidak ada insiden serius.
Saat itu pengawas balapan memutuskan tidak menghukum Rosberg dengan alasan mobilnya bergerak secara kontinyu (tanpa manuver berlebihan) dan karena tidak ada “bagian signifikan” baik dari mobil Hamilton maupun Alonso yang bisa meraih posisi di samping Rosberg.
Namun seiring dengan makin ketatnya kejuaraan, para pembalap memperdebatkan definisi yang tepat tentang “bagian signifikan” menurut FIA itu.
Usai Grand Prix Inggris pekan lalu, direktur balapan FIA Charlie Whiting akhirnya memberi panduan tertulis ke semua tim yang akan dipakai untuk menilai setiap insiden berikutnya.
Dalam pemberitahuan itu, seperti yang dikutip Autosport, Whiting mengatakan "setiap pembalap yang sedang mempertahankan posisi di lintasan lurus dan sebelum area pengereman boleh menggunakan seluruh lebar trek dalam manuvernya yang pertama asalkan tidak ada bagian signifikan dari mobil lawan yang mencoba mendahului yang berada di sisi mobilnya. Ketika bertahan dengan cara itu, pembalap tak boleh keluar trek tanpa alasan yang bisa dibenarkan."
Untuk lebih memperjelas lagi, dia kemudian menambahkan: "demi menghindari keragu-raguan, jika setiap bagian sayap depan mobil yang mencoba mendahului berada di sisi ban belakang mobil yang di depan, itu akan dianggap sebagai ‘bagian signifikan'.”
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




