Cegah Corona, PBNU Bentuk Satgas
Jumat, 13 Maret 2020 | 22:12 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai upaya mencegah virus corona atau Covid-19, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengadakan Sosialisasi dan Penerapan SOP Covid-19. Semua pengurus NU dari pusat hingga daerah diminta bertindak sesuai operasi prosedur standar (POS), termasuk untuk kegiatan-kegiatan seperti tahlilan dan maulid. Diharapkan, hal ini bisa meminimalkan penyebaran virus dan kepanikan masyarakat saat meresponsnya.
"Acara tersebut berisi tentang penerapan standarisasi protokol NU cegah Covid-19, peresmian Posko Covid-19 NU, screening, penyemprotan disinfektan, dan sosialisasi Covid-19," kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, H Andi Najmi Fuadi pada acara bertajuk "Gerakan Cegah Covid-19 NU" di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (13/3/2020).
Dalam siaran pers yang diterima Beritasatu, Andi menyebutkan, kegiatan yang dilakukan PBNU Pusat ini juga akan dilakukan oleh pengurus NU di tingkat wilayah dan cabang di seluruh Indonesia. Pasalnya, PBNU telah memiliki tim khusus yang berkonsentrasi dalam mencegah Covid-19. Tim tersebut bernama Satgas PBNU Cegah Covid-19 dan dikoordinatori Bendahara Lembaga Kesehatan PBNU, H Makki Zamzami.
Makki mengatakan, pihaknya mengupayakan agar warga NU dan masyarakat secara luas dapat memahami tentang Covid-19 dan bisa mencegahnya agar tidak terinfeksi virus tersebut, sehingga tidak panik dalam meresponsnya.
"Oleh karena itu beberapa protokoler terutama dari NU yang amaliyahnya banyak, seperti tahlilan, maulid dan lain-lain, wajib dari kita untuk memberitahukan informasi dan membuat POS di setiap kegiatan-kegiatan, terutama kantor-kantor NU," kata Makki.
Selanjutnya, Sekretaris Satgas PBNU Cegah Covid-19, Surotul Ilmiyah mengatakan, pihaknya telah menyiapkan protokol-protokol di lembaga-lembaga NU, baik di tingkat wilayah atau provinsi maupun cabang atau kabupaten/kota.
"Jadi mulai dari bagaimana standar SOP untuk pencegahan corona di kantor PWNU, kemudian PCNU, dan juga pesantren," kata Surotul.
Selain kantor-kantor NU, kata Surotul, standar SOP juga diberlakukan di klinik-klinik, lembaga pendidikan, dan masjid yang berafiliasi dengan NU.
"Kemudian bagaimana standar pengadaan acara besar di lingkungan kantor, kemudian evakuasi untuk posko-posko yang ada di PCNU. Jadi nanti setiap PCNU atau PWNU itu kita ada posko. Posko cabang ini tugasnya berkoordinasi dengan puskesmas setempat maupun rumah sakit rujukam. Baik rumah sakit NU atau rumah sakit yang direkomendasikan pemerintah setempat," terangnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim PBNU, M Ali Yusuf mengatakan, satgas yang dibentuk PBNU ini selalu berkoordinasi dengan pemerintah dalam menangani Covid-19.
"Kita selalu aktif di setiap koordinasi. Ini dalam rangka upaya bersama penangan Covid-19 ini agar segala sesuatu dapat terkendali, dapat teratasi dengan baik," kata Ali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




